Momen Menyenangkan Idul Adha 1445 H


MUHAMMADIYAHSEMARANGKOTA.ORG, NGALIYAN – Idul adha identik dengan qurban dan tentu saja makan daging olahan sendiri, sesuai selera. Gule, tongseng dan tidak lupa sate. Sungguh menyenangkan beribadah sambil berkreasi bebas. Di masjid At-Taqwa, Ngaliyan, Semarang, shalat idul adha dilaksanakan pada hari Senin (17/06), sesuai hasil hisab Majelis Tarjih dan Tajdid.

Banyak kejadian menyenangkan terekam ketika rangkaian aktifitas ibadah ini dilaksanakan di lapangan. Anak-anak yang tadi malam sudah menggemakan takbir dengan volume maksimal itu, pagi ini setelah shalat Ied dilaksanakan, mereka asyik betul bercanda dengan hewan. Rupanya mereka tidak takut dengan hewan. Mereka ikut memberi makan dan menglus-elus hewan sehingga hewan pun seolah tahu itu adalah tanda kasih sayang dan kegembiraan.

Ketua Takmir maupun Ketua Panitia tidak melulu memberi arahan, melainkan turun dari singgasana ke bawah pohon tempat hewan qurban, meskipun harus waspada agar tidak menginjak telepong sapi, yang berak sembarangan.

Distribusi daging qurban sebagian diserahkan dalam bentuk hewan utuh setelah disembelih. Aksi penyerahan dilakukan oleh ketua takmir masjid At-Taqwa, Prof. Ahwan Fanani didampingi sekretaris dan ketua panitia Idul Adha, yang sudah berpengalaman. Kegiatan ini sangat menyenangkan bagi penerima manfaat qurban. Mereka menerima hewan secara utuh tanpa mengurangi manfaat bagi Sohibul qurban. Juga memudahkan dalam pertanggung jawaban panitia. Tidak hanya itu, Pimpinan Takmir hingga Pimpinan Pleno PCM pun mahir dalam menimbang dan packing daging qurban. walhasil, 300 paket daging dihasilkan dalam kegiatan ibadah itu.

Ibu-ibu jamaah masjid At-Taqwa juga bergotong royong memotong daging qurban setelah dipisahkan dari tulangnya. Mereka bekerja sambil bercanda, menambah semangat dan keakraban. Salah seorang dari mereka menemui daging yang panjang dan cukup kenyal, alot, sehingga susah dipotong. Setelah diperhatikan lebih seksama ternyata itu adalah daging kejantanan sapi, daging kelamin yang panjangnya setengah meter lebih. Gelak tawa, riuh para ibu memeriahkan suasana siang yang cukup terik. Ternyata ibu-ibu mengenal betul daging yang satu itu.

Seorang Juleha, yang juga bendahara Takmir, melakukan penyembelihan secara syar’i. Ia memotong leher hewan qurban hingga terputus tiga urat kehidupannya, yaitu tenggorokan jalan nafas, jalan makanan, dan urat darah. Ia menggunakan pisau yang super tajam diiringi dengan menyebut asma Allah serta mengagungkan-Nya. Walhasil darah ditumpahkan sehingga mengantarkan hewan qurban pulang ke alam baka untuk selamanya dengan membawa ketakwaan para shohibul qurban.

Aksi tersebut adalah puncak kegembiraan yang ditunggu-tunggu semua orang. Delapan ekor kambing dan dua ekor sapi telah diselesaikan dalam waktu kurang dari satu jam, anak-anak bersorak girang, Sohibul qurban pun lega. Semoga ibadahnya diterima Allah subhanahu wata’ala, Amiin.




Kontributor : Abdullah Hasan Pardjojo
Editor : Muhammad Huzein Perwiranagara