Pendidikan Karakter Berbasis Al-Alaq: Rahasia Sukses Dunia Akhirat
SEMARANG SELATAN, muhammadiyahsemarangkota.org — Di tengah krisis moral yang melanda masyarakat modern, pendidikan karakter menjadi kunci utama untuk bangkit. Ustadz Mukri mengungkap rahasia besar tentang bagaimana Surah Al-Alaq mampu membentuk pribadi unggul melalui perpaduan ilmu dan sujud.
Pesan mendalam ini ia sampaikan dalam kultum Dzuhur di Masjid At Taqwa PDM Kota Semarang pada Kamis (5/2/2026). Sosok pendakwah ini menegaskan bahwa membangun manusia berkualitas harus bermula dari fondasi spiritual yang kokoh.
Esensi Rendah Hati dalam Penciptaan
Ustadz Mukri mengawali tausiyahnya dengan membedah Tafsir Surah Al-Alaq yang menceritakan asal-usul manusia. Ia mengingatkan jamaah bahwa manusia tercipta dari segumpal darah yang sangat sederhana.
Kesadaran akan asal-muasal ini bertujuan agar manusia memiliki pendidikan karakter yang berbasis kerendahan hati. Sifat tawadhu inilah yang membentengi kita dari racun kesombongan saat sudah meraih kesuksesan nanti.
Membedah Makna Iqra dalam Kehidupan
Selanjutnya, ia mengajak jamaah untuk mendalami Makna Iqra yang melampaui sekadar aktivitas membaca teks. “Membaca” berarti kemampuan mengamati, menganalisis, dan memetik pelajaran berharga dari setiap kejadian di alam semesta.
Proses literasi ini merupakan bagian vital dari keutamaan menuntut ilmu dalam Islam. Namun, pria ini menekankan bahwa ilmu tanpa karakter hanya akan menghasilkan kecerdasan yang manipulatif dan merugikan orang lain.
“Ilmu adalah cahaya yang seharusnya menerangi jalan kita menuju kebenaran. Jika gelar akademis justru membuat kita merasa lebih tinggi dari orang lain, maka kita telah gagal memaknai Iqra,” tegas Ustadz Mukri.
Sujud: Puncak Kematangan Karakter
Sebagai langkah konkret, pendidikan karakter yang paripurna memerlukan keseimbangan antara akal dan batin. Ia memaparkan bahwa kecerdasan intelektual harus selalu bersanding dengan ketundukan total kepada Sang Pencipta.
Sang ustadz menjelaskan bahwa cara mendekatkan diri kepada Allah yang paling efektif adalah melalui ibadah sholat dan sujud. Sujud menjadi simbol bahwa setinggi apa pun prestasi kita, kita tetaplah hamba yang kecil di hadapan-Nya.
Oleh karena itu, setiap aktivitas menuntut ilmu harus bermuara pada peningkatan kualitas ibadah. Hal inilah yang menjadi pembeda antara pendidikan sekuler dengan pendidikan berbasis nilai Islam yang mengakar kuat.
Refleksi Masa Depan yang Cemerlang
Pada akhirnya, kesuksesan dunia dan akhirat hanya bisa kita raih jika ilmu dan adab berjalan beriringan. pendidikan karakter yang berlandaskan Al-Qur’an akan mencetak generasi yang tangguh sekaligus santun dalam bertindak.
Mari kita jadikan setiap lembar pengetahuan yang kita pelajari sebagai sarana untuk memperbaiki diri secara berkelanjutan. Sebab, kemuliaan sejati bukan terletak pada apa yang kita miliki, melainkan pada seberapa besar manfaat kita bagi sesama.
Baca juga :