Dakwah Digital Muhammadiyah: Ubah Masjid Jadi Lab AI dan Literasi
SGUNUNGPATI, muhammadiyahsemarangkota – Melangkah jauh melampaui metode konvensional, Dakwah Digital Muhammadiyah kini merambah dunia kecerdasan buatan lewat Pelatihan AI Pembuatan Buku yang digelar PCM Gunungpati 2. Kegiatan pada Ahad (5/4/2026) ini menyulap Masjid At-Taqwa Patemon menjadi pusat inkubasi teknologi bagi puluhan peserta yang antusias.
Acara bermula sejak pukul 09.00 WIB dengan sambutan hangat dari tokoh pendidikan, Ustadz Dani Muhtada, Ph.D. Akademisi tersebut menegaskan bahwa penguasaan teknologi menjadi syarat mutlak bagi kader di era disrupsi. Oleh karena itu, para peserta tidak hanya mengenal teori, tetapi langsung mempraktikkan Cara Membuat Buku dengan AI secara efektif.
Menjaga Integritas dengan Etika AI Akademis
Pelatihan ini menghadirkan instruktur utama, Dr. Kasmui, M.Si., seorang dosen pakar AI dari Universitas Negeri Semarang (UNNES). Sosok ini juga merupakan bagian dari tim developer Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Dalam materinya, Dr. Kasmui menekankan pentingnya Etika Penggunaan AI Akademis agar setiap karya tetap memiliki validitas tinggi.
“Kita harus cerdas menggunakan AI sebagai instrumen dakwah bil qalam yang progresif,” ujar Ustadz Dani di hadapan peserta. Tokoh pendidik ini juga mengingatkan bahwa AI bukanlah pengganti otak manusia, melainkan mitra berpikir.
“Jangan menelan mentah-mentah hasil dari AI. Peserta wajib memverifikasi setiap data karena dakwah digital kita harus berbasis kebenaran ilmiah, bukan sekadar kecepatan tanpa isi,” tambah pakar tersebut. Untuk mendukung proses ini, peserta mendapatkan akses langsung ke laman kasmui.cloud/aibuku sebagai rujukan utama dalam menyusun draf buku yang terstruktur.
Transformasi Digital: Antusiasme Lintas Provinsi
Menariknya, Kecerdasan Buatan untuk Literasi ini menarik minat audiens yang sangat luas. Peserta tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa lokal, tetapi juga para dosen berpengalaman. Bahkan, acara ini dihadiri oleh tokoh dari luar kota, seperti Pak Sriyatin dari Majelis Tarjih PP Muhammadiyah yang datang langsung dari Jawa Timur hanya untuk menimba ilmu kepada Dr. Kasmui.
Memasuki sesi siang, suasana semakin dinamis dengan materi Pemrograman Python dan HTML Dasar. Melalui sesi ini, PCM Gunungpati 2 memastikan bahwa Literasi Digital tidak berhenti pada teks, namun juga menyentuh aspek rekayasa teknologi.
Sejalan dengan hal itu, instruktur menjelaskan pentingnya penguasaan alur logika teknologi.
Ia ingin pemuda Muhammadiyah mampu menciptakan ekosistem digital mandiri. “Dengan memahami bahasa pemrograman, mereka bisa membuat alat dakwah yang lebih interaktif,” jelas Dr. Kasmui di sela-sela praktik coding.
Sebagai penutup, transformasi masjid menjadi laboratorium digital ini diharapkan mampu melahirkan inovator-inovator baru. Melalui strategi Dakwah Digital Muhammadiyah yang komprehensif, umat kini memiliki bekal nyata untuk mencerahkan peradaban melalui buku dan aplikasi berkualitas tinggi.
Baca juga :
Kejar Standar 3 Detik, SEO Dakwah Digital Jadi Fokus Utama Pesantren Jurnalistik Muhammadiyah
Pelatihan AI Majelis Tabligh PDM Semarang: Lahirkan Penulis Konten Dakwah Digital Produktif