Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

BikersMu Jateng Siap Garap Jalur Dakwah di Wilayah Terpencil

1 Mei 2026, 18:00 WIB • 2 menit baca
Foto suasana Musyawarah Wilayah (Musywil) BikersMu Jawa Tengah di dalam Aula Rumah Sakit Unimus. Di latar belakang terdapat spanduk besar bertuliskan "MUSYAWARAH WILAYAH BIKERSMU" yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Wilayah Muhammadiyah. Di atas panggung, terlihat para pimpinan sedang duduk di meja utama, sementara seorang pembicara berdiri di podium sebelah kiri mengenakan seragam hitam. Di bagian depan, tampak deretan kursi merah yang diisi oleh peserta jemaah yang mengenakan jaket seragam hitam bertuliskan "BIKERSMU" dan nama chapter daerah masing-masing.
Suasana khidmat Musywil BikersMu Jawa Tengah di Aula RS Unimus, Semarang (1/5/2026), yang menjadi titik tolak penguatan dakwah komunitas. Melalui forum ini, Muhammadiyah resmi mengonsolidasikan hobi otomotif sebagai lini dakwah strategis untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil yang sulit diakses oleh dakwah konvensional.

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Komunitas otomotif Muhammadiyah, BikersMu Jawa Tengah, resmi memperkuat barisan dakwah melalui penyelenggaraan Musyawarah Wilayah (Musywil) pada Jumat (1/5/2026). Bertempat di Aula Rumah Sakit Unimus, acara ini dihadiri oleh ratusan perwakilan anggota komunitas dari berbagai kabupaten dan kota se-Jawa Tengah.

Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PWM Jawa Tengah, A.M. Jumai, S.E., M.M., menegaskan bahwa Musywil ini menjadi momentum penting untuk menyusun struktur kepemimpinan yang solid. Fokus utama pertemuan ini adalah menetapkan nahkoda baru serta merumuskan program kerja strategis yang berdampak luas.

“Yang namanya komunitas atau perkumpulan harus jelas ketuanya siapa, sekretaris, bendahara, dan jajaran lainnya. Ini adalah lini dakwah lain yang dimiliki Muhammadiyah melalui kegiatan touring,” ujar A.M. Jumai dalam sambutannya.

Menyasar Lorong Dakwah yang Tak Terjangkau

Lebih lanjut, Jumai menjelaskan bahwa BikersMu memiliki keunggulan mobilitas untuk menjangkau wilayah yang sulit tersentuh dakwah konvensional. Melalui semangat petualangan, para anggota berkomitmen masuk ke pelosok daerah guna menyebarkan pesan Amar Makruf Nahi Mungkar.

“Bekesmo (BikersMu) mampu menembus lorong-lorong yang selama ini sulit dimasuki oleh Persyarikatan Muhammadiyah secara umum. Maka dari itu, kami sangat mengapresiasi gegap gempita saudara-saudara di masing-masing daerah,” tambahnya.

Bahkan, organisasi mencanangkan target ambisius dengan merekrut minimal 1.000 anggota di setiap kabupaten/kota. Jika 35 daerah di Jawa Tengah bergerak serentak, maka kekuatan dakwah ini akan mencapai sedikitnya 35.000 personel yang siap mengabdi di jalan raya.

Sinergi Sosial dan Tadabur Alam

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat BikersMu Nasional, Azhar Labib, menyambut positif inisiatif pembentukan Korwil Jawa Tengah tersebut. Ia berharap para pengurus segera melakukan pengukuhan resmi agar sinergi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) di tiap wilayah semakin kuat.

“Saat ini, sekitar 11 chapter di Jawa Tengah telah melaksanakan pengukuhan. Oleh sebab itu, kami ingin setiap PDM dan PWM nantinya memiliki unit BikersMu sebagai mitra strategis dakwah,” jelas Azhar Labib.

Ia juga menekankan bahwa aktivitas komunitas ini tidak hanya sebatas perjalanan di jalan raya, tetapi wajib memiliki nilai tambah berupa misi sosial dan pengkajian agama. Sinergi dengan Unsur Pembantu Pimpinan (UPP) Muhammadiyah lainnya menjadi kunci keberhasilan program ke depan.

“Kita tidak hanya touring semata, tapi ada dakwah dan sosialnya. Kita bisa touring ke desa terpencil bersama LDK, atau rihlah ke lokasi wisata yang disertai kajian singkat serta tadabur alam,” pungkas Azhar.

Kontributor: Rizqi Aulia
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: