Efek Program Prabowo, Digitalisasi Sekolah 2026 Sasar 288 Ribu Sekolah
BANYUWANGI, muhammadiyahsemarangkota.org– Ratusan ribu ruang kelas di Indonesia perlahan bertransformasi menjadi area belajar canggih berkat penerapan masif program Digitalisasi Sekolah 2026. Data terbaru capaian Kemendikdasmen ini dipaparkan langsung oleh Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam amanatnya pada upacara Hari Pendidikan Nasional di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (2/5).
Pemerintah terus memacu transformasi kualitas belajar mengajar melalui pemanfaatan teknologi secara masif. Langkah strategis ini mewujud nyata dalam program Digitalisasi Sekolah 2026 yang telah menjangkau ratusan ribu instansi pendidikan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjadikan perluasan akses digital ini sebagai ujung tombak perubahan.
Upaya tersebut berjalan selaras dengan implementasi program pendidikan Presiden Prabowo Subianto, khususnya melalui skema Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Hasilnya, pemerintah berhasil mencatat capaian signifikan hingga tahun ini. Tahun lalu, upaya revitalisasi satuan pendidikan telah sukses memperbaiki fasilitas infrastruktur di 16.167 sekolah di berbagai daerah.
Selanjutnya, pemerintah kini berfokus pada penyediaan perangkat teknologi canggih di ruang kelas. Tercatat, fasilitas IFP Kemendikdasmen (Interactive Flat Panel) saat ini telah beroperasi secara aktif di lebih dari 288 ribu sekolah untuk menggantikan papan tulis konvensional.
Mendorong Pembelajaran Mendalam
Oleh karena itu, penyediaan alat canggih ini bertujuan menunjang metode baru bernama Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya perbaikan kualitas belajar yang harus bermula dari dalam ruang kelas.
“Jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaikilah mulai dari dalam kelas,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia menambahkan bahwa Pembelajaran Mendalam merupakan ikhtiar penting untuk mencapai cita ideal pendidikan nasional. Transformasi ini mengharuskan murid mendapat pengalaman belajar yang bermakna dan utuh.
Selain itu, kesuksesan transformasi pendidikan tentu membutuhkan sinergi banyak pihak. Kemendikdasmen kini mulai mengintegrasikan empat pusat pendidikan, yakni sekolah, keluarga, masyarakat, dan media.
“Mari kita perkuat kerja sama mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat,” tutur Abdul Mu’ti.
Kolaborasi lintas sektor ini harapannya mampu mendongkrak mutu pendidikan secara merata, tanpa memandang lokasi geografis siswa.
Peringatan Hardiknas 2026 juga dimeriahkan dengan pagelaran seni “Kuntulan Ewon” yang melibatkan 1.100 pelajar, terdiri atas 600 pemusik dan 500 penari dari berbagai jenjang pendidikan. Penampilan ini menjadi simbol semangat kolaborasi dan keberagaman dalam dunia pendidikan.