Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Ubah Hobi Jadi Ladang Amal: Cerita Seru BikersMu Jateng Temukan Hobi Positif

2 Mei 2026, 21:00 WIB • 3 menit baca
Foto suasana Musyawarah Wilayah di dalam sebuah ruangan yang menampilkan seorang pria, Sutarno, sedang berdiri di balik podium kayu berwarna cokelat gelap dengan aksen putih. Ia mengenakan seragam berwarna krem lengkap dengan topi baret dan logo matahari Muhammadiyah di bagian dada. Sutarno tampak memegang mikrofon dan memberikan sambutan di depan para jemaah atau peserta yang terlihat sebagian dari arah belakang. Di latar belakang terdapat pintu putih, jendela kaca, serta pilar dengan lampu dekoratif berwarna ungu.
Ketua Koordinator Wilayah BikersMu Jawa Tengah, Sutarno, memberikan arahan dalam Musywil di Aula RS Unimus, Semarang (1/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, beliau menekankan pentingnya mengubah kegemaran touring menjadi hobi positif yang tidak hanya soal jalan-jalan, tetapi juga menebar kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat melalui program sosial yang nyata.

Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Banyak orang mengira bahwa menyalurkan kegemaran otomotif hanya membuang waktu dan energi secara cuma-cuma. Namun, para penghobi motor di Jawa Tengah justru membuktikan bahwa deru mesin bisa menjadi penggerak syiar yang menyegarkan. Fenomena menarik ini terlihat jelas dalam Musyawarah Wilayah yang berlangsung di Aula RS Unimus pada Jumat, 1 Mei 2026.

Ketua Koordinator Wilayah, Sutarno, mengonfirmasi bahwa musyawarah tersebut telah berhasil menyusun struktur kepengurusan baru untuk menggerakkan roda organisasi. Fokus utama gerakan ini adalah mengajak para pecinta motor untuk bergabung dan menjadikan kegemaran touring sebagai hobi positif yang nyata. Bagi para anggotanya, komunitas ini merupakan ruang terbuka untuk melaju bersama dalam satu barisan kebaikan.

Founder sekaligus Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat BikersMu Nasional, Azhar Labib, menceritakan bahwa ide ini lahir dari pengalamannya mengikuti berbagai klub motor. Ia menyadari potensi besar untuk menyatukan para penghobi otomotif dalam sebuah wadah yang membahagiakan tanpa sekat jabatan. Gerakan ini menyatukan berbagai gagasan dan program sosial agar syiar agama terasa lebih menyenangkan bagi semua kalangan.

“Kita di sini hobi ya, hobi dakwah yang menggembirakan dengan bermotor. Kita menyatukan gagasan untuk program-program sosial ke depannya,” ungkap Azhar Labib.

Agenda Touring Kebangsaan dan Misi Spiritual Lintas Generasi

Pasca pembentukan pengurus, organisasi ini langsung merencanakan agenda pengukuhan besar pada akhir Juli atau awal Agustus 2026. Sutarno membocorkan bahwa momen tersebut sengaja mereka pilih agar bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia melalui “Touring Kebangsaan”. Perjalanan akbar tersebut menargetkan Gunung Bromo sebagai tujuan utama, yang akan mereka isi dengan sesi ngaji bersama Ustadz Rifky Jafar Thalib.

Sasaran dari aktivitas ini tergolong sangat luas karena mencakup seluruh usia tanpa memandang latar belakang profesi. Mulai dari anak muda yang gandrung dengan motor hingga para purnatugas yang ingin mencari ketenangan batin melalui hobi positif bermotor. Inilah keunggulan gerakan tersebut, yakni menyatukan lintas generasi dalam satu frekuensi yang memiliki nilai manfaat tinggi bagi masyarakat.

Para pengurus berharap setiap daerah memiliki perwakilan komunitas motor sebagai motor penggerak kreativitas yang solutif. Sinergi dengan berbagai jajaran organisasi menjadi kunci untuk meningkatkan silaturahmi sekaligus mendukung program kemanusiaan. Targetnya, aktivitas motoran tidak lagi hanya soal jalan-jalan, tetapi juga soal menebar kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Sinergi Kreatif: Tadabur Alam Hingga Distribusi Logistik Sosial

Azhar Labib menegaskan bahwa kekuatan gerakan ini terletak pada kemampuan mereka bersinergi dengan lembaga sosial seperti Lazismu. Rencana ke depan mencakup kegiatan touring ke desa terpencil untuk menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Aktivitas ini menggabungkan antara kegembiraan berkendara dengan aksi nyata dalam membantu sesama manusia secara tulus.

Selain aksi sosial, setiap perjalanan juga akan mereka warnai dengan kegiatan tadabur alam serta kajian singkat di berbagai lokasi wisata. Hal ini bertujuan agar para anggota mendapatkan penyegaran spiritual sekaligus kesenangan fisik secara bersamaan. Langkah kreatif ini terbukti efektif menarik minat banyak orang, dengan catatan sudah ada 11 cabang di Jawa Tengah yang resmi berdiri.

Ke depan, koordinasi antar wilayah akan semakin kuat seiring dengan terbentuknya pengurus di 35 kota dan kabupaten se-Jawa Tengah. Komunitas ini berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan agar hobi positif otomotif ini berdampak lebih luas. Dengan semangat melaju bersama, para penunggang besi ini siap menjadi pelopor gerakan sosial yang inspiratif di atas roda dua.

“Harapannya ada kekuatan kita, kita di sini tidak hanya touring-touring semata, tapi juga ada dakwahnya, ada sosialnya,” pungkas Azhar Labib.

Kontributor: Rizqi Aulia
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: