Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Bekal Akhirat, Pahami Tata Cara Sholat Jenazah Agar Ibadah Fardhu Kifayah Sempurna

5 Mei 2026, 18:32 WIB • 2 menit baca
Gambar ilustrasi yang menampilkan kerumunan jemaah laki-laki dalam balutan pakaian muslim dan berbagai jenis peci (hitam, putih, dan bermotif) sedang mengiringi sebuah keranda jenazah. Keranda tersebut berwarna hijau tua dengan hiasan kaligrafi berwarna emas di bagian depan dan penutupnya. Para jemaah menunjukkan ekspresi wajah yang tenang dan penuh hormat, menggambarkan suasana duka sekaligus persatuan dalam menjalankan kewajiban fardhu kifayah.
Sebuah ilustrasi yang menggambarkan solidaritas umat Islam dalam menjalankan fardhu kifayah. Melalui kajian praktis di Masjid At Taqwa PDM Kota Semarang, jemaah dibekali pemahaman mendalam mengenai tata cara sholat jenazah yang benar untuk memastikan hak-hak jenazah terpenuhi dengan sempurna sebagai bentuk penghormatan terakhir sesama muslim

Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Kematian merupakan sebuah kepastian yang akan menghampiri setiap manusia tanpa terkecuali. Namun, banyak masyarakat yang masih merasa ragu saat harus mengurus jenazah secara mandiri. Masjid At Taqwa PDM Kota Semarang menggelar kajian praktis untuk membekali jemaah dengan ilmu memuliakan jenazah pada Selasa (5/5/2026).

Ustaz Sarmadi hadir memberikan panduan komprehensif mengenai kewajiban fardhu kifayah ini di hadapan jemaah kultum Dzuhur. Sang penceramah menekankan bahwa tanggung jawab mengurus jenazah merupakan hutang kolektif seluruh umat Islam. Jika tidak ada satu pun individu yang melaksanakannya, maka masyarakat dalam satu wilayah tersebut menanggung dosa bersama.

“Kematian adalah kepastian, dan memuliakan jenazah adalah bentuk penghormatan terakhir kita sebagai sesama muslim,” tegas Ustaz Sarmadi.

Empat Takbir Beruntun: Memahami Tata Cara Sholat Jenazah

Ibadah ini memiliki karakteristik unik karena tidak memerlukan gerakan rukuk, sujud, maupun duduk tasyahud. Ustaz Sarmadi menjelaskan bahwa tata cara sholat jenazah berlangsung sepenuhnya dalam posisi berdiri dengan melakukan empat kali takbir. Jemaah memulai dengan membaca Surah Al-Fatihah setelah takbir pertama sebagai pembuka komunikasi spiritual.

Selanjutnya, takbir kedua berisi pembacaan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW untuk memohon keberkahan. Takbir ketiga berlanjut dengan pembacaan doa khusus agar jenazah mendapatkan ampunan luas di alam kubur. Seluruh rangkaian tata cara sholat jenazah ini kemudian berakhir dengan doa penutup setelah takbir keempat serta salam.

Seni Mengkafani: Menjaga Kehormatan dalam Kesederhanaan

Pakar agama ini juga memaparkan langkah presisi dalam proses mengkafani jenazah setelah proses memandikan selesai. Kesederhanaan menjadi nilai utama dalam proses membungkus tubuh ini tanpa mengabaikan rasa hormat. Langkah awal bermula dengan membentangkan kain kafan bersih sebanyak tiga lapis bagi jenazah laki-laki.

Penyelenggara jenazah menyemprotkan wewangian secukupnya pada kain sebelum menutup seluruh tubuh dengan rapi. Pengikatan pada bagian kepala, pinggang, hingga kaki menjadi tahap krusial agar kain pembungkus tidak terbuka. Ustaz Sarmadi mengajak seluruh jemaah untuk selalu siap terlibat dalam pengurusan jenazah di lingkungan masing-masing.

Melalui edukasi ini, para jemaah kini memiliki pemahaman yang lebih kuat untuk menjalankan amanah keagamaan secara mandiri. Ilmu yang aplikatif ini sanggup menghapus keraguan masyarakat saat menghadapi situasi duka di lapangan. Setiap muslim kini berkesempatan memberikan perlakuan terbaik melalui tata cara sholat jenazah yang benar.

Kontributor: Halim Zaqi
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: