Anti-Lalai! 3 Tips Istiqomah Ibadah Agar Semangat Ramadhan Tak Padam
SEMARANG SELATAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Ramadhan telah berlalu, namun jangan biarkan lentera ibadah redup begitu saja. Banyak orang merasa lesu beribadah setelah bulan suci berakhir, padahal ada beberapa tips istiqomah ibadah sederhana untuk menjaga api ketaatan tetap menyala dalam keseharian.
Suasana syahdu menyelimuti Masjid At-Taqwa PDM Kota Semarang pada Jumat siang (8/5/2026). Di hadapan jamaah, Ustadz Sriyono menegaskan bahwa merawat kondisi spiritual adalah bukti nyata keberhasilan puasa seseorang. Ia mengingatkan bahwa ketaatan sejati tidak mengenal kalender maupun musim.
“Kita harus sadar bahwa Allah adalah Rabb sepanjang waktu, bukan hanya di bulan suci saja,” pesan Ustadz Sriyono dengan tegas. Selanjutnya, Ia menjelaskan bahwa indikator diterimanya amal adalah saat seseorang mampu menanamkan istiqomah dalam amal baik.
Menjaga Konsistensi Melalui Amalan Kecil
Selain itu, sosok pendakwah ini menambahkan bahwa menjaga ketaatan sebenarnya bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Dalam khutbahnya, Ia mengutip sebuah hadits populer tentang amalan yang dicintai Allah. Ternyata, Allah sangat menyukai amalan yang dilakukan secara kontinu meski jumlahnya sedikit.
“Istiqomah bukan berarti harus melakukan amalan besar yang membebani, melainkan menjaga amal kecil yang dilakukan secara terus-menerus dengan ikhlas,” ujar Ustadz Sriyono. Melalui prinsip ini, Ia berharap setiap individu tidak merasa berat dalam menjalankan rutinitas religiusnya.
Prinsip tersebut menjadi salah satu tips istiqomah ibadah yang paling mendasar bagi setiap mukmin. Konsistensi dalam hal kecil justru menjadi fondasi karakter yang kuat. Lambat laun, kebiasaan positif tersebut akan melekat dalam identitas diri.
Tips Merawat Spiritualitas Harian
Bagi Anda yang merasa sulit menjaga ritme, Ia membagikan beberapa tips istiqomah ibadah yang sangat praktis. Salah satu cara yang paling ampuh adalah dengan tidak memutus hubungan dengan Al-Qur’an. Kemudian, Ia menyarankan agar kita tetap berada di lingkungan orang-orang saleh.
Langkah ini sangat membantu dalam menjaga spiritualitas harian agar tidak mudah goyah oleh hiruk-pikuk dunia. Lingkungan yang positif akan menjadi pengingat saat semangat mulai menurun. “Kesungguhan hati dan lingkungan yang baik sangat diperlukan agar kita tetap teguh,” tambah Ia.