Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Bangkit Setelah 39 Tahun, Turnamen Tenis Junior Nasional Piala Tugu Muda 2026 Pecah Rekor

23 Juni 2026, 21:22 WIB • 3 menit baca
Foto dokumentasi peresmian Kejurnas Tenis Piala Tugu Muda 2026, menampilkan seorang pria berjaket olahraga biru tua sedang memukul gong emas besar yang dihiasi karangan bunga merah-putih. Di sebelah kiri berdiri empat pria berjaket serupa menyaksikan prosesi, sementara di sebelah kanan berdiri dua mahasiswa mengenakan busana adat Jawa sebagai duta kampus UNIMUS.
Rektor UNIMUS sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd. (tengah), saat memukul gong secara simbolis sebagai tanda dibukanya Turnamen Tenis Junior Nasional Piala Tugu Muda 2026 di GOR Jatidiri, Semarang, Senin ($22$/$6$/$2026$). Turnamen legendaris yang sempat vakum selama hampir empat dekade ini berhasil memecahkan rekor kepesertaan dengan diikuti oleh $468$ atlet muda dari $25$ provinsi di Indonesia.

Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Panggung olahraga tenis tanah air kembali bergelora lewat sebuah catatan sejarah baru di Kota Semarang. Sebanyak 468 atlet muda dari 25 provinsi resmi turun gunung untuk berburu gelar juara. Langkah besar ini menandai kebangkitan kompetisi legendaris yang pertama kali bergulir sejak tahun 1987 silam.

Ratusan petenis masa depan tersebut berkumpul dalam pembukaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Piala Tugu Muda 2026. Agenda akbar ini berpusat di GOR Jatidiri Semarang pada Senin (22/6/2026) kemarin. Rangkaian pertandingan sengit dijadwalkan bakal berlangsung ketat hingga tanggal 26 Juni 2026 mendatang.

Animo peserta pada tahun ini benar-benar meledak hingga melampaui target awal panitia. Angka kepesertaan melonjak tajam sebesar 57 persen ketimbang penyelenggaraan tahun lalu. Jangkauan wilayah meluas mulai dari Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga ujung Papua.

Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) tampil garda terdepan guna menyukseskan turnamen tenis junior nasional ini. Pihak kampus menyediakan fasilitas lapangan terbaik untuk memfasilitasi jalannya kompetisi kelompok usia 18 tahun. Langkah nyata tersebut menjadi bukti komitmen kampus dalam merawat ekosistem olahraga nasional.

Buru Tiket Data Puspresnas

Upacara pembukaan berlangsung sangat meriah lewat pemukulan gong dan aksi pelepasan balon ke udara. Tokoh-tokoh penting dan pimpinan perguruan tinggi bahkan ikut memeriahkan acara lewat pertandingan tenis eksebisi. Atmosfer kompetisi sehat langsung terasa sejak set pertama pertandingan persahabatan tersebut dimulai.

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Rektor UNIMUS, Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., mengaku sangat bangga atas capaian ini. Masrukhi menegaskan bahwa ajang ini memegang peranan penting bagi masa depan karier akademik para atlet. Seluruh torehan prestasi para juara akan langsung tercatat secara resmi dalam data Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

“Prestasi yang diraih dalam turnamen ini akan tercatat dalam data Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), sehingga menjadi nilai tambah strategis bagi para pelajar berprestasi yang hendak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” tutur Masrukhi penuh semangat.

Targetkan Level Olimpiade

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dispora memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas lonjakan peserta yang luar biasa ini. Pihak pemerintah daerah menilai grafik kenaikan jumlah atlet menjadi indikator sahih keberhasilan pola pembinaan. Mereka berharap Kota Semarang bisa menjadi pabrik lahirnya talenta berbakat bagi skuad Garuda.

Visi besar tersebut mendapat dukungan penuh dari Wakil Ketua Umum PP PELTI, Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Jafar Hafsah. Jafar Hafsah menyatakan bahwa institusinya kini tengah membidik target tinggi agar petenis Indonesia bisa menembus panggung Olimpiade. Ia ingin atmosfer kompetisi di Semarang mampu melahirkan ikon baru yang mendunia.

“Kami melihat nama Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen sebagai bukti nyata bahwa atlet Indonesia mampu bersaing di level internasional apabila mendapatkan pembinaan yang tepat. Dari sinilah kami berharap akan lahir calon-calon petenis nasional maupun dunia berikutnya,” pungkas Jafar Hafsah secara optimis.

Persaingan ketat untuk merebut trofi bergengsi ini terbagi ke dalam enam kelompok usia yang berbeda. Seluruh jalannya laga mendapat pengawalan ketat dari wasit berlisensi resmi demi menjaga nilai sportivitas. Kehadiran turnamen tenis junior nasional ini sukses mengukuhkan posisi UNIMUS sebagai kampus yang aktif mencetak generasi berkarakter.

Kontributor: Tim Humas UNIMUS
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: