Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Lelah Bekerja Tapi Hati Hampa? Ini Kunci Keberkahan Rezeki

10 Juli 2026, 18:18 WIB • 2 menit baca
Khatib Fahim Ahsani, S.Pd berdiri di mimbar kayu menyampaikan khutbah Jumat tentang keberkahan rezeki dan ketenangan jiwa di Masjid PDM Kota Semarang.
Khatib Fahim Ahsani, S.Pd saat menyampaikan khutbah Jumat yang mengingatkan jamaah tentang rahasia keberkahan rezeki dan ketenangan jiwa di Masjid Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, Jumat (10/07/26).

SEMARANG SELATAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Banyak pekerja mengeluh lelah banting tulang setiap hari. Namun, mereka sering kali tetap merasakan kehampaan batin. Fenomena ini memaksa kita untuk kembali mencari keberkahan rezeki yang sejati. Sebab, kekayaan materi belum tentu menjamin ketenangan jiwa.

Pesan tajam tersebut mengemuka saat khutbah salat Jumat berlangsung. Tepatnya di masjid Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang pada hari Jumat (10/07/26). Saat itu, Khatib Fahim Ahsani, S.Pd secara lugas mengingatkan jamaah. Ia mengajak hadirin untuk menata ulang tujuan hidup manusia.

Terjebak Logika Matematika Harta

Saat ini, manusia modern cenderung mengagungkan gaya hidup hedonis. Akibatnya, mereka berlomba-lomba mengumpulkan harta tanpa memedulikan batasan agama. “Halal haram tabrak saja yang penting harta banyak dan kebahagiaan bisa dirasa,” tegas Fahim. Padahal, ambisi buta ini justru merusak esensi kehidupan.

Selanjutnya, banyak orang keliru menilai konsep pendapatan. Mereka menganggap urusan rezeki sama persis dengan ilmu matematika pasti. Di sisi lain, sang khatib mematahkan anggapan tersebut melalui analogi sederhana. “Dalam hidup terkadang 1+1 memang 2, namun bisa saja 1+1=11 atau 1+1 bisa jadi 0,” ungkapnya.

Hakikat Memberi dan Rasa Syukur

Oleh karena itu, kita harus bersyukur atas nikmat Allah secara terus-menerus. Sikap ini akan menghentikan kebiasaan buruk menghitung-hitung jumlah harta. Selain itu, kesadaran tentang titipan Ilahi akan menumbuhkan semangat berbagi. Bahkan, sedekah tidak akan pernah mengurangi kekayaan seseorang.

Terkait hal ini, Fahim memberikan penekanan khusus soal sedekah. Ia meyakinkan jamaah agar tidak takut miskin karena rajin beramal. “Sesuatu yang kita berikan kepada sesama, pada suatu hari pasti akan kita dapatkan kembali karena hakikat memberi adalah menerima,” tambahnya. Oleh sebab itu, keikhlasan berbagi justru mendatangkan kemudahan baru.

Qana’ah sebagai Kunci Ketenangan

Pada akhirnya, harta hanyalah alat bantu atau sarana semata. Manusia menggunakannya agar bisa beribadah dengan tenang setiap waktu. Sementara itu, sifat Qana’ah atau merasa cukup menjadi pondasi utama kebahagiaan. Tanpa rasa cukup ini, manusia akan selalu merasa gersang.

Sebagai penutup, ia mengutip nasihat indah dari Imam Syafi’i. Petuah ini menjadi renungan pamungkas bagi seluruh jamaah salat Jumat. “Jika engkau memiliki hati yang selalu qona’ah, maka sesungguhnya engkau sama seperti raja dunia,” kutipnya. Kesimpulannya, kekayaan sejati selalu bermula dari hati yang tenang dan penuh syukur.

Kontributor: Halim Junior
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: