Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Cara Unik Pengenalan Lingkungan Sekolah: Murid Tembus Lantai 5

14 Juli 2026, 17:49 WIB • 3 menit baca
Pengurus IPM berjas kuning memandu murid baru dalam kegiatan pengenalan lingkungan sekolah di ruang kelas.
Pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) berjas kuning memandu sesi interaktif bersama siswa baru SMK Muhammadiyah 1 Semarang pada rangkaian kegiatan pengenalan lingkungan sekolah.

SEMARANG TENGAH, muhammadiyahsemarangkota.org – SMK Muhammadiyah 1 Semarang merancang kegiatan pengenalan lingkungan sekolah dengan metode yang sangat inovatif. Ratusan murid baru tidak sekadar duduk santai di aula kampus. Sebaliknya, mereka menjalani orientasi siswa Muhammadiyah bergaya eksekutif yang menyenangkan. Oleh karena itu, sekolah sukses menghadirkan kesan MPLS inspiratif dan modern.

Rangkaian acara meriah ini berlangsung di kompleks SMK Muhammadiyah 1 Semarang. Adapun kegiatan tersebut berjalan secara intensif sejak Senin (13/7/2026) hingga Jumat (17/7/2026). Akibatnya, antusiasme siswa baru terus meningkat setiap harinya.

Dalam hal ini, pihak sekolah sukses mengkolaborasikan instruksi kementerian dengan kebijakan Majelis Dikdasmen Muhammadiyah. Kemudian, Kepala SMK Muhammadiyah 1 Semarang, Lukman Hakim, S.Pd., M.M., menjelaskan kebijakan ini pada Selasa (14/7/2026).

“Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dari kementerian, kalau dari Muhammadiyah namanya Fortasi, Forum Ta’aruf dan Orientasi,” terangnya. Selanjutnya, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) mengambil peran utama untuk menggarap acara ini.

Kunjungan PDM Kota Semarang yang Eksklusif

Sementara itu, puncak kegiatan orientasi tersebut akan berlangsung meriah pada hari Jumat. Nantinya, pihak sekolah akan mengajak para siswa baru untuk melaksanakan kunjungan ke Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang di Wonodri.

“Kami sudah mengajukan permohonan kepada PDM, yakni hari Jumat kami akan berkunjung ke PDM, di kantor PDM di Jalan Wonodri, dan insyaallah akan diterima di lantai 5,” ungkap Lukman.

Tentu saja, kunjungan eksklusif tersebut bertujuan memperluas wawasan keorganisasian para siswa baru. Selain itu, mereka bisa melihat langsung pusat kepemimpinan organisasi secara sangat dekat. Dampaknya, rasa kebanggaan dan kedewasaan langsung tumbuh di dalam diri para murid.

Simbolisme Peduli Sesama dan Alam

Di sisi lain, sekolah juga menyajikan acara pembukaan yang sarat makna. Misalnya, panitia sengaja menggunakan simbolik pelepasan burung pada hari pertama masa orientasi.

Faktanya, tindakan ini mencerminkan visi kepedulian terhadap diri sendiri, sesama, dan alam. Melalui pelepasan tersebut, sekolah membiarkan satwa hidup bebas di alam liar.

Berikutnya, sekolah mengenalkan tiga Organisasi Otonom (Ortom) wajib untuk para siswa. Lebih lanjut, para siswa langsung bertemu perwakilan HW, IPM, dan Tapak Suci.

Tidak hanya itu, murid baru juga berinteraksi langsung dengan lembaga Lazismu. Hasilnya, pertemuan ini efektif menanamkan kesadaran berzakat dan bersedekah secara dini.

Pemetaan Bakat Lebih dari Sekadar Ilmu

Tentu saja, acara di dalam area kampus juga tidak kalah menarik bagi peserta. Sebagai contoh, beragam ekstrakurikuler menampilkan aksi memukau di hadapan semua siswa baru. Pada akhirnya, demonstrasi ini mempermudah guru dalam memetakan bakat setiap murid yang beragam.

Bagaimanapun, pendidikan sejati harus mampu mewadahi potensi unik dari setiap individu. Oleh sebab itu, ia menegaskan bahwa institusi pendidikan memikul tanggung jawab besar untuk mengembangkan potensi tersebut.

“Sekolah bukan hanya mengajarkan tentang ilmu pengetahuan, tapi juga bagaimana potensi-potensi kelebihan yang ada pada anak,” pungkasnya.

Kontributor: MPI PDM Kota Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: