Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Napak Tilas Sejarah Muhammadiyah, Cara Unik Warga Mijen Semarang Bangkitkan Semangat Dakwah

26 Juli 2026, 20:26 WIB • 3 menit baca
Rombongan pengurus PCM Mijen Semarang berseragam batik hijau berfoto bersama jajaran PCM Muntilan dengan latar layar bertuliskan Silaturahmi dan Studi Tiru dalam rangkaian napak tilas sejarah Muhammadiyah.
MOMEN KEAKRABAN: Rombongan pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mijen, Kota Semarang, berfoto bersama jajaran tuan rumah usai menggelar forum diskusi dan Studi Tiru di aula PCM Muntilan, Sabtu (25/7/2026).

MAGELANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Sebanyak 58 pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mijen, Kota Semarang, mencari cara unik untuk menghilangkan kejenuhan berorganisasi. Untuk menyiasati hal tersebut, mereka memilih menggali langsung sejarah Muhammadiyah dari peninggalan para ulama terdahulu. Cara yang sarat makna ini sukses menyegarkan kembali semangat pengabdian para kader.

Sebagai langkah awal penyegaran, rangkaian kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 25 Juli 2026. Pagi itu, rombongan berangkat dari Semarang menuju PCM Muntilan, Kabupaten Magelang, beserta kompleks Museum Muhammadiyah UAD. Selama lawatan lintas kota ini, mereka membawa misi utama berupa agenda Studi Tiru PCM guna menajamkan tata kelola persyarikatan.

Menyerap Semangat dari Masa Lampau

Begitu menginjakkan kaki di lorong museum, langkah puluhan rombongan ini perlahan melambat. Suasana yang awalnya riuh berubah menjadi sunyi saat para pengurus tertegun menatap koleksi ruangan. Perhatian mereka seketika tertuju pada jejak perjuangan para tokoh di balik etalase kaca yang merawat sejarah Muhammadiyah.

Di tengah keheningan ruang pamer, catatan masa lalu itu tidak sekadar menjadi teks bisu. Setiap sudut ruangan seakan bercerita, membuat lembaran pengorbanan KH Ahmad Dahlan seolah hidup kembali. Hadirnya memori masa lampau ini sukses menjelma menjadi pemantik semangat dakwah bagi setiap peserta yang memandangnya.

Merespons mendalamnya pengalaman tersebut, Ketua PCM Mijen, Suwinardi, memandang perpaduan agenda ini sebagai racikan yang pas. Melalui kacamata kepemimpinannya, lawatan emosional ini membuka dimensi baru bagi potensi organisasi. Rasa syukur pun tak henti ia sampaikan atas kelancaran seluruh rangkaian acara.

Menyelaraskan Ilmu dan Aksi Nyata

“Kami berharap kegiatan seperti ini mampu memberikan inspirasi dan semangat baru bagi seluruh kader Muhammadiyah,” ujarnya saat mengevaluasi hasil napak tilas sejarah Muhammadiyah ini. “Terutama untuk terus memajukan dakwah dan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya dengan tegas.

Bukan hanya soal wawasan spiritual, pria yang menakhodai roda organisasi di Mijen tersebut juga menekankan pentingnya langkah nyata. Mengingat besarnya keikhlasan para pendahulu, ia ingin ada tindak lanjut pasca-kegiatan. “Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diimplementasikan di PCM Mijen,” pesannya mantap kepada seluruh anggota.

Semangat yang membara dari pimpinan rupanya turut ditangkap oleh Sekretaris PCM Mijen, Moch. Aripin. Pandangan optimis itu kian menebal saat ia melihat raut wajah para peserta tetap semringah kala menaklukkan jeram Sungai Elo. Rangkaian panjang kegiatan ini terbukti membawa dampak kejiwaan yang sangat positif bagi pesertanya.

Mempererat Ukhuwah secara Holistik

Dari sudut pandang pengelolaan kader, lawatan ini dinilai berhasil menyentuh jiwa korsa pengurus secara menyeluruh. “Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang belajar dan berbagi pengalaman,” ungkapnya merefleksikan agenda bernapaskan sejarah Muhammadiyah tersebut. “Tetapi juga mempererat ukhuwah serta memperkuat komitmen bersama dalam memajukan Muhammadiyah di PCM Mijen,” imbuhnya.

Keseluruhan potret perjalanan ini pada akhirnya menegaskan betapa pentingnya sebuah keseimbangan dalam pengabdian. Tugas merawat gerakan umat ternyata tidak melulu soal rapat formal di belakang meja. Adakalanya para pejuang persyarikatan perlu menengok kembali akar sejarah Muhammadiyah agar tangguh melangkah ke depan.

Kontributor: MPI PCM Mijen
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: