Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Sulit Bikin Siswa Fokus Belajar? Muhammadiyah Gebrak Sekolah Lewat Platform Berbasis AI

4 Agustus 2026, 22:01 WIB • 2 menit baca
Didik Suhardi berbicara menggunakan mikrofon di depan tablet layar sentuh saat memaparkan platform berbasis AI KontenMU dalam acara Pekan InspirasiMU.
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah Didik Suhardi memaparkan peluncuran platform berbasis AI KontenMU yang menghadirkan 350 media pembelajaran interaktif bagi sekolah dan madrasah.

Yogyakarta — Cara mengajar konvensional di dalam kelas kini mulai berganti dengan sentuhan teknologi canggih. Langkah ini menjadi jawaban atas tantangan dunia pendidikan yang makin bergantung pada digitalisasi dan kecerdasan buatan.

Muhammadiyah menyikapi perubahan zaman tersebut secara tanggap lewat terobosan anyar. Seperti dilansir dari portal resmi Muhammadiyah.or.id, Pimpinan Pusat Muhammadiyah merilis KontenMU sebagai platform pembelajaran berbasis AI dalam forum Pekan InspirasiMU pada Senin (3/8/2026) malam.

Didik Suhardi menegaskan bahwa inovasi digital ini hadir melengkapi buku ISMUBA serta MIPA Bilingual. Kehadiran ratusan media interaktif tersebut bakal memperkuat pemahaman para siswa selama proses belajar di kelas.

Sosok yang menjabat sebagai Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah ini menyebut platform tersebut memuat 350 konten edukatif. Para guru hebat Muhammadiyah secara mandiri merancang materi semester satu dalam bentuk video, infografis, hingga gim seru.

Sajikan 350 Media Interaktif

Selanjutnya, tokoh pendidikan Muhammadiyah tersebut mengajak seluruh sekolah dan madrasah di Indonesia untuk memaksimalkan platform digital ini. Karena, penggunaan media interaktif terbukti ampuh mendongkrak minat baca serta daya ingat para siswa.

Maka dari itu, pemanfaatan gim dan video interaktif sanggup menciptakan suasana kelas yang jauh lebih hidup. Hasilnya, anak-anak tidak lagi merasa bosan saat mendalami materi pelajaran yang rumit.

Selain itu, terobosan ini menjadi jawaban konkret atas mahalnya harga buku pelajaran di tanah air. Tentu saja, Muhammadiyah berkomitmen menyediakan media penunjang belajar yang terjangkau, bermutu, serta merata bagi seluruh anak bangsa.

“Hambatan perkembangan literasi di Indonesia salah satunya adalah harga buku yang mahal. Maka inilah bentuk komitmen Muhammadiyah dalam mengatasinya,” ujar Didik di hadapan 250 lebih perwakilan sekolah secara daring.

Dobrak Hambatan Literasi

Di samping memangkas biaya pendidikan, platform anyar ini turut mendorong pemerataan kualitas sekolah di berbagai daerah. Dampaknya, para siswa di pelosok daerah kini bisa menikmati fasilitas bahan ajar digital yang sama seperti di kota besar.

Lalu, penggiat pendidikan nasional ini berharap pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan mampu mencetak generasi muda yang berdaya saing tinggi. Sebab, kualitas pendidikan yang merata otomatis meningkatkan mutu sumber daya manusia Indonesia.

Akhirnya, guna menutup pemaparannya, pihak Majelis Dikdasmen mengajak seluruh tenaga pendidik untuk terus berinovasi. Sehingga, sinergi bersama akan membawa lembaga pendidikan Muhammadiyah menjadi sekolah idola masyarakat.

“Ini adalah karya dari guru-guru hebat Muhammadiyah. Semoga pendidikan Muhammadiyah kedepannya adalah pendidikan yang didambakan oleh seluruh masyarakat Indonesia,” pangkas Didik Suhardi mengakhiri pembicaraannya.

Bagikan: