Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

PP Muhammadiyah Gerakkan Infak Salat Jumat Serentak Bantu Korban Gempa Terinstruksikan

20 Agustus 2026, 20:32 WIB • 2 menit baca
Surat Edaran PP Muhammadiyah Nomor 18/EDR/I.0/H/2026 tentang penggalangan infak salat Jumat untuk bantuan bencana gempa bumi di Flores NTT
Surat Edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 18/EDR/I.0/H/2026 terkait penghimpunan infak salat Jumat serentak untuk penanganan bencana gempa bumi di Flores, NTT. (Dok. PP Muhammadiyah)

JAKARTA, muhammadiyahsemarangkota.org – Ribuan kotak amal di berbagai penjuru masjid siap disulap menjadi tumpuan harapan bagi saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur. Menyusul musibah guncangan tektonik yang melanda wilayah Flores, Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara serentak mengarahkan seluruh perolehan dana infak salat Jumat pada 21 Agustus 2026 untuk difokuskan pada operasi kemanusiaan para penyintas bencana tersebut.

Langkah cepat ini bukan sekadar imbauan biasa, melainkan mobilisasi vertikal yang melibatkan struktur pengurus dari tingkat pusat hingga ranting, jajaran takmir masjid, hingga seluruh elemen Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Dengan jaringan kelembagaan yang tersebar luas dari Sabang sampai Merauke, gerakan ini berpotensi mengalirkan bantuan masif dalam hitungan hari.

“Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan duka mendalam untuk saudara-saudara yang terdampak bencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur,” dilansir dari Surat Edaran PP Muhammadiyah Nomor 18/EDR/I.0/H/2026 (20/8/2026). “Seluruh proses penghimpunan dan penyaluran bantuan berjalan terpadu dan sejalan dengan semangat One Muhammadiyah One Response (OMOR).”

Mekanisme Satu Pintu untuk Bantuan Gempa Flores

Demi memastikan amanah para jemaah tersalurkan secara terukur dan transparan, pengelolaan donasi ini tidak dijalankan sendiri-sendiri oleh tiap masjid. Muhammadiyah mengintegrasikan dua pilar utamanya, yakni Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (Lazismu) sebagai pengelola dana, serta Lembaga Resiliensi Bencana (LRB/MDMC) sebagai garda terdepan penanganan darurat di lapangan.

Mekanisme satu pintu lewat sistem komando terintegrasi ini sangat krusial. Mengingat lanskap geografis Flores yang berbukit dan berada di jalur cincin api aktif kepulauan Sunda Kecil, distribusi logistik sering kali terkendala akses jalan dan komunikasi. Lewat skema terpadu ini, bantuan berupa tenda darurat, dapur umum, obat-obatan, hingga pendampingan psikososial dapat menyasar kantong-kantong pengungsian yang paling sulit dijangkau secara terukur.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban publik, setiap takmir dan pengurus wilayah juga diinstruksikan menyusun laporan berkala yang diserahkan secara berjenjang ke struktur organisasi di atasnya.

Bencana memang tak pernah bisa diprediksi, namun kepedulian bersama selalu bisa direncanakan. Selembar rupiah yang disisihkan di sela-sela saf salat Jumat bukan sekadar angka di atas kertas donasi kemanusiaan, melainkan bukti nyata bahwa duka warga di Flores adalah luka bersama yang dirawat dengan gotong royong dan ketulusan.

Kontributor: MPI PDM Kota Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: