Menemukan Navigasi dalam Kehidupan Lewat Alquran
NGALIYAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Di tengah kompleksitas zaman modern, Alquran hadir sebagai navigasi dalam kehidupan yang menuntun manusia keluar dari kegelisahan batin. Kitab suci ini bukan hanya bacaan ritual semata, melainkan kompas mutlak bagi setiap pencari ketenangan.
Suasana penuh kekhusyukan tampak ketika jemaah memadati Masjid At-Taqwa Wates , Ngaliyan, Kota Semarang, pada hari Jumat, 12 September 2025. Mengawali rangkaian ibadah tersebut, khatib mengingatkan bahwa umat Islam harus senantiasa menjadikan Alquran sebagai pegangan utama agar tidak tersesat di era modern.
Dr. KH. Fachrur Rozi, M.Ag. hadir sebagai khatib dan menyampaikan khutbah yang menggugah kesadaran para jemaah. Ia menegaskan bahwa umat Islam wajib menjadikan petunjuk ilahi sebagai pegangan utama dalam mengarungi zaman.
“Alquran diturunkan sebagai navigasi dalam kehidupan agar manusia tidak tersesat di tengah arus modernitas,” ujar Fachrur Rozi.
Kompas Spiritual di Era Digital
Arus informasi digital yang deras sering kali memicu kecemasan mental yang melelahkan bagi generasi masa kini. Tekanan hidup yang datang bertubi-tubi kerap menguji ketahanan batin setiap individu.
Menanggapi fenomena tersebut, sang khatib mengingatkan pentingnya kembali kepada nilai-nilai agama. “Ketika dunia luar bising oleh hiruk-pikuk gawai, hati memerlukan petunjuk ilahi sebagai penenang,” kata ia dalam khutbahnya.
Memahami Makna Kitab Suci
Banyak orang mulai mendalami cara memahami Alquran guna menemukan solusi atas masalah harian mereka. Proses refleksi diri yang konsisten terbukti efektif meredakan stres serta kepenatan pikiran. Oleh sebab itu, Fachrur Rozi mengajak jemaah untuk terus istiqamah membaca dan mentadaburi ayat-ayatnya.
“Setiap ayat suci yang direnungkan dengan tulus akan menjadi obat mujarab bagi jiwa yang penat,” ungkapnya.
Pulang ke Petunjuk Ilahi
Ketenangan hakiki tidak akan pernah bisa ditemukan lewat pelarian semu di ruang digital. Kesadaran spiritual yang utuh menjadi kunci utama keselamatan manusia di dunia maupun akhirat. Pada akhirnya, menjadikan kitab suci sebagai pedoman hidup adalah langkah terbaik untuk menata masa depan yang lebih baik.