Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Menembus Batas Lewat Gawai: Pelatihan AI untuk UMKM Buka Jalan Rezeki Baru

26 Oktober 2026, 16:14 WIB • 2 menit baca
Narasumber Agung Setya Bakti menyampaikan materi pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk pelaku UMKM mualaf di Aula SMK Muhammadiyah 1 Semarang.
Agung Setya Bakti dari MPI PDM Kota Semarang saat memaparkan materi pelatihan literasi digital dan pemanfaatan AI kepada para pelaku usaha mikro mualaf binaan MCA Aisyiyah Semarang.

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Bermodal gawai di genggaman, pelatihan AI untuk UMKM di Semarang resmi mengubah cara para mualaf merintis usaha kecil menuju pasar digital.

Kegiatan tersebut digelar Mualaf Center Aisyiyah (MCA) Kota Semarang di Aula SMK Muhammadiyah 1, Jalan Indraprasta Nomor 37, pada Ahad (25/10/2026). Di tempat itu, sembilan belas mualaf pelaku usaha mikro berkumpul untuk menyambut peluang baru.

Sebelumnya, dunia teknologi canggih seperti kecerdasan buatan terasa asing bagi mereka. Namun, Majelis Pustaka dan Informasi PDM Kota Semarang meruntuhkan tembok keraguan tersebut melalui sesi praktis.

Media specialist Agung S Bakti memandu para peserta meracik perintah digital secara langsung. Ia mengajarkan cara menyulap foto produk biasa menjadi materi promosi visual yang memikat.

Strategi promosi UMKM digital kini bukan lagi monopoli korporasi besar beranggaran tebal. Hanya berbekal telepon genggam, para mualaf belajar merangkai narasi visual yang menjual untuk mendongkrak daya saing.

Sentuhan Hangat di Balik Ruang Pelatihan

Di balik deretan baris kode dan algoritma mesin, denyut kehangatan persaudaraan mengikat seluruh rangkaian acara. Ketua MCA Aisyiyah Kota Semarang, Iin Siti Arbainah, melihat langsung bagaimana ruang kelas berubah menjadi tempat bertukar harapan.

“Melalui keterampilan digital praktis berbasis AI ini, kami berharap daya saing dan jangkauan pasar produk lokal para mualaf di Kota Semarang semakin meningkat,” ujar Iin dengan penuh keyakinan.

Langkah ini merupakan lanjutan dari ikhtiar membina umat yang dirawat secara konsisten setiap dua bulan sekali. Selama empat puluh delapan bulan berjalan, program pemberdayaan ekonomi mualaf ini telah melahirkan puluhan sesi pelatihan nyata.

Setiap pertemuan bukan sekadar ajang menimba ilmu, melainkan ruang silaturahmi yang merangkul kerentanan. Ia memastikan bahwa pendampingan ini berfokus pada kemandirian jangka panjang.

Merajut Kemandirian Lewat Konsistensi Umat

Iin menambahkan, rangkaian ikhtiar tersebut bermuara pada satu asa agar setiap anggota binaan memetik hasil konkret. Ia berharap para mualaf mampu menyambung kehidupan keluarga dengan lebih baik.

“Alhamdulillah, kami berharap pelatihan yang sudah terlaksana bisa dipraktikkan oleh anggota sebagai tambahan nafkah ekonomi. Semoga para mualaf binaan semakin istiqamah dan semakin kokoh secara ekonomi,” ungkap Iin.

Sebab, teknologi tercanggih sekalipun tidak akan pernah bermakna tanpa menyentuh hati manusia. Di tangan para mualaf Semarang hari ini, gawai menjadi jembatan rezeki yang mengubah mimpi sederhana menjadi kenyataan.

Kontributor: Imam S Abu Maulana
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: