Ingin Hati Tenang dan Rezeki Berkah? Inilah 7 Amalan Sunnah yang Mencerahkan Kehidupan
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Kehidupan seorang muslim akan terasa jauh lebih tenang dan bermakna saat ia memadukan ibadah ritual dengan keluhuran akhlak sehari-hari. Rasulullah SAW telah memberikan petunjuk nyata tentang bagaimana cara mendekatkan diri kepada Sang Pencipta melalui amalan yang sederhana, namun bernilai pahala luar biasa.
Kesadaran spiritual inilah yang mengemuka dalam ibadah khutbah Jumat di Masjid Taqwa Plamongan Sari, Semarang, pada Sabtu (24/10/2026) atau bertepatan dengan 13 Jumadil Ula 1448 H.
Mimbar Jumat tersebut menghadirkan khatib Drs. H. Jumadi, M.Pd., yang merupakan Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang. Di hadapan ratusan jemaah yang memadati masjid, Jumadi membedah tujuh amalan sunnah pilihan yang mampu mencerahkan kehidupan dunia dan akhirat.
Ia menegaskan bahwa ketujuh amalan ini bukan sekadar daftar ibadah formalitas, melainkan sarana terbaik untuk membentuk pribadi yang dekat dengan Allah SWT sekaligus bermanfaat bagi sesama manusia.
“Tujuh amalan ini menjadi tuntunan nyata untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah, merawat kepedulian antar sesama, serta mempersiapkan bekal terbaik menuju kehidupan akhirat,” ujar Wakil Ketua PDM Kota Semarang tersebut.
Menghidupkan Sepertiga Malam hingga Merawat Tradisi Bersedekah
Dalam paparan khutbahnya, Jumadi merinci ketujuh amalan pencerah hidup tersebut. Langkah pertama dimulai dari melatih diri bangun di sepertiga malam untuk menunaikan salat Tahajud, dilanjutkan dengan membiasakan membaca serta memahami isi kandungan Al-Qur’an setiap hari.
Amalan ketiga mencakup komitmen memakmurkan masjid melalui salat Subuh berjemaah. Selanjutnya, ia mendorong jemaah menunaikan salat Duha sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat kesehatan dan ikhtiar menjemput keberkahan rezeki yang halal.
Langkah kelima menekankan pentingnya gemar bersedekah untuk membersihkan harta serta mengikis sifat kikir dari dalam dada. Tak lupa, Jumadi mengajak jemaah merawat wudu guna menjaga kesucian lahir batin, serta memperbanyak istigfar setiap saat sebagai penawar atas kesalahan yang pernah dilakukan.
“Mulailah dari amalan yang paling mampu kita kerjakan secara konsisten, lalu tingkatkan secara bertahap. Jangan sampai semangat menjalankan ibadah sunnah justru membuat kita melalaikan kewajiban utama,” pesan dosen dan tokoh Muhammadiyah tersebut.
Merawat Istiqamah demi Meraih Rida Ilahi
Menutup khutbahnya, Jumadi mengingatkan agar setiap amalan yang dikerjakan hendaknya tidak merusak keharmonisan dalam keluarga maupun mengabaikan amanah pekerjaan sehari-hari. Ibadah sunnah yang ideal harus berbuah pada perbaikan sikap dan kepedulian sosial.
Penyelenggaraan ibadah salat Jumat di Masjid Taqwa Plamongan Sari ini berlangsung sangat khusyuk. Melalui pesan mendalam yang disampaikan oleh Drs. H. Jumadi, M.Pd., para jemaah pulang membawa bekal spiritual untuk terus menyempurnakan kualitas iman, menjaga kedamaian hati, dan menebar kebaikan di tengah masyarakat.