Ketulusan Relawan Siaga Bencana Muhammadiyah Merawat Sesama
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Ancaman cuaca ekstrem dan musim penghujan di Kota Semarang langsung disikapi sigap oleh para relawan siaga bencana Muhammadiyah melalui penguatan mitigasi dan koordinasi lintas sektor.
Sesi wawancara ini dilakukan oleh tim muhammadiyahsemarangkota.org kepada Ketua Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) / Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Kota Semarang, Mustam Efendi, pada Selasa (03/11/26).
Sebagai langkah awal, koordinasi intensif telah dijalin bersama berbagai unsur persyarikatan. Sinergi ini melibatkan Pimpinan Cabang Muhammadiyah hingga Aisyiyah guna mengatasi dampak kekeringan serta potensi bencana hidrometeorologi.
Sinergi Lintas Sektor Hadapi Ancaman Bencana
Kolaborasi akar rumput menjadi pilar penting dalam memperluas jangkauan bantuan sosial di lapangan. Hal tersebut ditekankan langsung oleh pimpinan lembaga dalam setiap arahannya.
Ketua LRB MDMC Kota Semarang, Mustam Efendi, menjelaskan bahwa koordinasi akar rumput menjadi kunci utama. “Kita harus kerja sama dengan KL Aisyiyah, kemudian dengan PCM, PCA kita antisipasi,” ujarnya saat merinci strategi penanganan kekeringan dan wilayah rawan di Semarang.
Selain kekeringan, pemetaan wilayah juga mencakup potensi tanah merekah dan longsor. Kawasan seperti Tembalang, Mijen, hingga insiden kebakaran di Gunungpati menjadi perhatian serius tim gabungan.
Pemetaan Titik Rawan dan Kesiapan Evakuasi
Memasuki musim penghujan, potensi banjir dan longsor diintai secara ketat di berbagai kawasan strategis. Wilayah Genuk bahkan diidentifikasi memiliki tingkat kerawanan yang paling tinggi.
Menghadapi kondisi tersebut, kesiapan logistik dan evakuasi darurat terus dimatangkan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Pihaknya memprioritaskan keselamatan kelompok rentan seperti lansia, balita, dan perempuan.
Ia menambahkan pentingnya validitas data dari tingkat ranting. “Bahwa tidak luput semuanya harus kerja sama dan koordinasi dengan PCM, PCA hingga ke ranting, dan Lazismu serta KOKAM kita mohon bantuannya untuk bisa memberikan data yang lebih lengkap,” tegas Mustam merinci luasnya jaringan pendataan warga.
Komitmen Tanpa Henti untuk Kemanusiaan
Keterbatasan fasilitas penunjang seperti alat potong dahan dan perahu karet tidak menyurutkan semangat juang di lapangan. Seluruh elemen terus dioptimalkan demi kelancaran misi kemanusiaan.
Dalam penutup keterangannya, ia menegaskan orientasi pengabdian lembaganya bagi masyarakat luas. “Insyaallah apapun kita siap setiap saat yang untuk tidak hanya untuk Muhammadiyah tapi untuk masyarakat, jadi kemasyarakatan kita utamakan,” pungkas Mustam menutup wawancara.