SEMARANG: Pernahkah Anda bertanya-tanya, bagaimana caranya membersihkan masjid agar benar-benar bersih dan nyaman, sampai ke sudut-sudut tersempit, bahkan kerak membandel di kamar mandi? Ternyata, ada ilmunya, dan tak sekadar menyikat atau menyapu.
Di Semarang, sebuah tim relawan masjid yang dikenal dengan Tim Bersih-Bersih Masjid (BBM-MU) PRM Bringin, tidak hanya menawarkan layanan bersih-bersih masjid gratis, tetapi juga menerapkan standar kebersihan profesional yang bisa menjadi panduan bagi takmir mana pun.
Aktivis Tim BBM-MU sekaligus Ketua Majelis Lingkungan Hidup PRM Bringin, Ngaliyan, Tri Wardana, bukanlah sosok kemarin sore dalam urusan ini. Dengan pengalaman lebih dari satu dekade membersihkan masjid-masjid di Kota Semarang, Tri menghadapi tantangan kebersihan yang beragam. Kali ini ia bergerak bersama dengan tim BBM-MU PRM Bringin yang siap membersihkan masjid manapun di Kecamatan Ngaliyan.
Pengalaman panjang Tri mengukuhkan pentingnya penggunaan metode dan bahan yang tepat. Salah satu rahasia di balik hasil kerja optimal timnya adalah penerapan standar penggunaan cairan pembersih khusus, terutama untuk area krusial seperti kamar mandi dan toilet. “Kami punya standar cairan pembersih tiga level,” jelas Tri.
Level 1 (Pemeliharaan Harian): Cairan ini digunakan untuk pembersihan rutin, menjaga agar permukaan tetap bersih dari debu dan noda ringan sehari-hari. Mirip dengan sabun pembersih lantai biasa, namun diformulasikan khusus untuk lantai masjid yang sering dilalui orang, terangnya.
Level 2 (Pembersihan Menengah): Dirancang untuk mengatasi noda atau kotoran yang lebih membandel, seperti endapan sabun atau sedikit kerak. Cairan ini, sambung Tri, biasanya memiliki konsentrasi yang lebih kuat, namun tetap aman untuk berbagai jenis permukaan.
Level 3 (Penghancur Kerak Membandel): Nah, ini dia jagoannya untuk “tantangan” paling berat, kata Tri. Yaitu kerak air atau noda membandel yang sudah menempel bertahun-tahun di toilet dan area wudu. Cairan ini bersifat asam kuat dan harus digunakan dengan sangat hati-hati, memastikan ventilasi yang baik dan perlindungan diri lengkap bagi relawan.

“Cairan ini ampuh sekali untuk merontokkan kerak yang sudah tebal dan kuning,” imbuh Tri. Penggunaan cairan ini memerlukan pelatihan khusus agar tak merusak permukaan dan membahayakan petugas.
Standar kebersihan ini sangat relevan, mengingat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menekankan pentingnya sanitasi yang baik di tempat umum untuk mencegah penyebaran penyakit, terutama di fasilitas keagamaan yang ramai pengunjung.
BBM-MU PRM Bringin, Profesional Tanpa Imbalan
Adapun tim BBM-MU PRM Bringin merupakan inovasi terbaru dari Muhammadiyah Bringin, Semarang, yang diinisiasi oleh ketuanya, H. Musta’in. Kegiatan bersih-bersih masjid ini dijadwalkan rutin setiap dua pekan sekali, menyasar seluruh masjid dan mushola di Kecamatan Ngaliyan.
“Kami siap membersihkan masjid manapun di kecamatan Ngaliyan. seekstrem apapun kondisinya, tanpa terkecuali,” tegas Ketua PRM Bringin Musta’in.

Dengan 12 relawan inti, tim ini menangani seluruh area masjid: dari tempat salat, mihrab, area wudu, toilet, hingga perlengkapan seperti karpet, kipas angin, AC, kaca, dan lemari. Yang paling mengesankan, mereka melakukan semuanya tanpa memungut biaya.
“Tenaga, alat pembersih, dan bahan-bahan semuanya kami tanggung. Masjid yang ingin dijadwalkan untuk dibersihkan, tinggal menghubungi langsung PRM Bringin,” jelas Musta’in. Bagi takmir masjid yang tertarik, bisa menghubungi kordinator teknis lapangan Alham Resy Agusty untuk penjadwalan.
Apresiasi pun datang dari Solikhul Hadi, Takmir Masjid Fattah, di Jl Taman Srikaton no 13 , Purwoyoso, Ngaliyan yang Kamis (12/6/2025) kemarin dibersihkan tim BBM-MU PRM Bringin, “Kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Selain masjid menjadi lebih bersih, kami juga diajarkan SOP pembersihan masjid yang sesuai standar profesional,” ujarnya.
Ini menunjukkan bahwa dampak tim ini bukan hanya kebersihan fisik, tapi juga transfer ilmu dan standar kebersihan.
Semangat gotong royong dan dedikasi Tim BBM-MU PRM Bringin adalah inspirasi nyata. Mereka menunjukkan bahwa menjaga kebersihan rumah ibadah adalah amal mulia, sekaligus menerapkan standar profesional yang bisa dicontoh. Di tengah kesibukan dunia, menjaga kebersihan lingkungan ibadah adalah bentuk kepedulian yang konkret.
Mari kita dukung inisiatif serupa, atau bahkan memulai sendiri. Karena kebersihan masjid adalah cerminan kebersihan hati dan komunitas kita