Aisyiyah Gunungpati Gelar Pelatihan Budikdamber, Solusi Cerdas Tingkatkan Gizi dan Ekonomi Keluarga
GUNUNG PATI, muhammadiyahkotasemarang.org – Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Gunungpati berkolaborasi dengan Dinas Perikanan Kota Semarang sukses menyelenggarakan pelatihan budidaya ikan dalam ember (budikdamber) pada Kamis (07/08/25). Bertempat di Wisma Lansia Aisyiyah, pelatihan inovatif ini diikuti oleh 15 anggota Aisyiyah dengan antusiasme tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan ibu-ibu dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan keluarga di tengah keterbatasan lahan perkotaan.
Ketua Pelaksana, Sri Asih, menyampaikan bahwa pelatihan ini berawal dari inisiatif Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) PCA Gunungpati yang ingin memiliki program nyata. “Kami melihat potensi besar dari anggota Aisyiyah, khususnya dalam hal sumber daya manusia. Dengan pelatihan budikdamber ini, kami berharap mereka bisa lebih mandiri dan sejahtera,” ujar Sri Asih.
Program ini menarik minat banyak warga, namun karena keterbatasan biaya dari pihak dinas, pelatihan hanya bisa diikuti oleh 15 peserta. “Peserta sangat antusias, responsnya sangat positif. Mereka mendapatkan pengalaman baru dalam budikdamber, apalagi ini adalah yang pertama bagi mereka,” jelas Sri Asih.
Ia menambahkan bahwa pihak Aisyiyah akan berupaya mengajukan pelatihan serupa agar lebih banyak warga yang bisa ikut serta.
Budidaya Ikan dan Sayuran di Lahan Sempit
Selama ini, budidaya ikan lele sering diasosiasikan dengan kolam yang luas. Namun, dengan kemajuan teknologi, budidaya ikan kini bisa dilakukan di lahan sempit dan media terbatas, seperti ember.
Sistem ini juga memungkinkan budidaya ikan dicampur dengan tanaman sayuran, seperti kangkung, bayam, atau selada di atasnya. Kombinasi ini menciptakan sistem akuaponik sederhana yang efisien.
Air dari kolam ikan yang kaya nutrisi dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman, sementara tanaman tersebut membantu menjaga kualitas air untuk ikan. Siklus alami ini membuat pengelolaan budikdamber menjadi lebih mudah dan ramah lingkungan.
Para peserta mendapatkan materi lengkap dari empat narasumber ahli, yaitu:
Ita Masitoh, Plt. Kabid PPI Kota Semarang, yang membahas peluang dan tantangan budidaya ikan lele.
Yuli Indiastuti, seorang penyuluh, yang menjelaskan pemanfaatan pekarangan untuk kegiatan budikdamber.
Lusy, yang memberikan materi tentang manajemen dan kualitas air.
Nur Triyono, yang berbagi pengetahuan seputar pakan ikan.
Pelatihan ini tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan praktis, tetapi juga membuka wawasan mereka tentang cara mengelola sumber daya yang ada secara maksimal.
Diharapkan, melalui kegiatan ini, anggota Aisyiyah dapat menjadi pelopor dalam meningkatkan gizi keluarga dan menciptakan sumber pendapatan tambahan dari pekarangan rumah mereka sendiri.