Tak Sekadar Tempat Ibadah, Masjid juga Menjadi Pusat Komunal
Ngaliyan ,muhammadiyahkotasemarang.org – Tak sekadar tempat ibadah, Masjid At-Taqwa Ngaliyan, Wates kini bertransformasi menjadi ruang komunal yang hidup, mewujudkan pergeseran paradigma tentang peran masjid di tengah masyarakat.
Perubahan ini disambut gembira oleh Prof. Ahwan Fanani, Ketua Takmir Masjid, yang berharap masjid bisa menjadi pusat kegiatan sosial dan kebersamaan, bukan hanya tempat salat. “Harapan kami, masjid bisa menjadi pusat kegiatan yang menghidupkan masyarakat,” ujarnya dalam perbincangan pada Kamis (14/08/2025).
Perubahan peran masjid yang baru berumur satu tahun ini tercermin dari mulainya masyarakat Desa Wates, memanfaatkan area pelataran sebagai lokasi kemeriahan lomba Agustusan yang digelar Karang Taruna RW 08, Wates, Ahad (10/08/2025) Momen istimewa ini bukan sekadar perayaan HUT RI, melainkan juga simbol kebersamaan dan aktivasi ruang publik yang berpotensi menyatukan seluruh warga.
Selama ini, warga RW 08 Desa Wates kerap terkendala tempat untuk menggelar acara besar. Namun, berkat dukungan takmir masjid, kendala tersebut berhasil diatasi. Lapangan luas, lapangan voli, hingga area badminton di kompleks Masjid At-Taqwa dimanfaatkan maksimal.
Pilihan lokasi ini dianggap strategis karena fasilitasnya yang lengkap, memungkinkan berbagai permainan 17 Agustusan dan perlombaan untuk seluruh anggota masyarakat, mulai dari anak-anak hingga lansia.
“Dulu kami memang kekurangan tempat. Untung ada Masjid At-Taqwa yang menyediakan fasilitas lengkap,” ujar Agus Fahrodin selaku Pembina Karang Taruna RW 8 dalam kesempatan terpisah.
Menjalin Kebersamaan Lewat Berbagai Perlombaan
Rangkaian lomba yang diselenggarakan dibuat bervariasi untuk memastikan setiap warga merasa dilibatkan. Ada perlombaan 17an seperti memasukkan karet ke dalam botol, paku dalam corong, hingga pertandingan voli khusus ibu-ibu yang membuat suasana makin riuh.
Kegiatan ini tak hanya memupuk semangat juang, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga.
“Warga RT 01 mengikuti lomba dengan penuh semangat. Saya sangat berterima kasih atas tempat yang disediakan,” tutur Priyadi selaku Ketua RT 01, yang juga mengapresiasi dukungan masjid untuk kegiatan keagamaan dan olahraga.
Tak hanya itu, kolaborasi antara Karang Taruna dan takmir masjid juga berhasil mengaktifkan kembali berbagai fasilitas, seperti lapangan badminton yang kini hampir setiap malam ramai digunakan. Hal ini menjadi bukti nyata dampak positif dari kolaborasi yang terjalin.
Momen Kebangkitan Pemuda dan Kolaborasi Warga
Acara ini juga menjadi momentum kebangkitan Karang Taruna RW 08, yang baru berdiri tahun ini. Meski terbatas secara materi, mereka siap berkontribusi melalui tenaga dan partisipasi aktif. Hal ini disambut baik oleh para ketua RT, yang berharap kerja sama ini bisa terus berlanjut.
“Mudah-mudahan tahun depan acara 17an bisa lebih semarak lagi. Kami berharap kerja sama ini bisa terus terjalin, agar masjid semakin maju, jamaah berkembang, dan warga pun merasa senang,” harap Bunari selaku Ketua RT 02.
Dengan suksesnya perayaan HUT RI ini, komunitas Desa Wates membuktikan bahwa semangat kemerdekaan bisa sejalan dengan nilai-nilai kebersamaan dan sosial.
Bambang Heni selaku Ketua RW 08 menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pengurus Masjid At-Taqwa Ngaliyan, Wates. Ia mengapresiasi kerelaan takmir masjid yang memperbolehkan warga menggunakan fasilitas untuk berbagai kegiatan, termasuk lomba Agustusan dan acara tirakatan.
“Saya mewakili warga RW 08 mengucapkan terima kasih banyak kepada takmir Masjid At-Taqwa. Dengan senang hati, mereka mengizinkan kami menggunakan fasilitas untuk lomba 17-an dan tirakatan. Harapan kami ke depannya, semoga hubungan antara warga dan pengurus masjid semakin erat. Mari kita bersama-sama meramaikan dan memakmurkan masjid,” ujar Bambang.
Ketika masjid membuka pintunya, ia tidak hanya menjadi tempat ibadah, melainkan juga rumah bagi semua, di mana setiap perbedaan lebur menjadi semangat persatuan.