Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) Muhammadiyah Kota Semarang Bangun Kualitas Santri

23 Agustus 2025, 20:00 WIB • 3 menit baca
Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) Muhammadiyah Kota Semarang Bangun Kualitas Santri

SEMARANG, muhammadiyahkotasemarang.org – Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) PDM Muhammadiyah Kota Semarang mengusung sebuah program unggulan yang unik dan efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan pesantrennya. Bukan dengan menerapkan kurikulum yang kaku, melainkan melalui Halaqah Pimpinan Pesantren Muhammadiyah. Program ini menjadi forum strategis bagi para pengelola pondok untuk bertukar pikiran dan menjalin silaturahmi.


“Halaqah ini menjadi media silaturahmi para pimpinan pesantren Muhammadiyah se-Kota Semarang. Dengan halaqah ini, diharapkan para pimpinan pesantren Muhammadiyah dapat bertukar pikiran dan mendiskusikan persoalan-persoalan yang mereka hadapi dalam mengelola pesantren, sehingga ada proses saling belajar dan saling mengembangkan,” ujar H. Dani Muhtada, M.Ag., M.P.A., Ph.D, selaku ketua LPP PDM Muhammadiyah Kota Semarang dalam wawancaranya dengan muhammadiyahsemarangkota.org, Sabtu (23/8/2025).

Program yang diadakan secara periodik ini bertujuan untuk menguatkan jaringan dan kelembagaan pesantren, yang pada akhirnya melahirkan inisiatif-inisiatif seperti standardisasi pengelolaan dan kurikulum pesantren, terang Dani.


Dijelaskannya, program yang secara rutin diadakan setiap tiga hingga empat bulan ini menjadi jembatan silaturahmi bagi enam pesantren Muhammadiyah di Semarang. Mulai dari PPTQM Luqman Hakim di Gunungpati, PPTQMKU Ahmad Dahlan Ngaliyan, PP KH Sahlan Rosjidi UNIMUS, PP Al-Manar Ngaliyan, MBS Mijen, hingga Rumah Tahfidz Al-Bayan Pedurungan, semuanya berkumpul untuk saling berbagi cerita, tantangan, dan solusi.

“Dari sinilah, gagasan-gagasan besar seperti standarisasi kurikulum dan penguatan kelembagaan pesantren lahir,” ucap Dani.


Selain fokus pada penguatan internal, LPP juga punya program eksternal yang cukup mencuri perhatian. Tahun lalu, dalam rangka Milad Muhammadiyah ke-112, mereka mengadakan Lomba Santri Muhammadiyah.
Acara ini bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tapi juga cara memperkenalkan eksistensi pesantren Muhammadiyah kepada masyarakat luas. Ajang lomba yang meliputi pidato, tahfidz, dan tartil Al-Quran ini sukses besar,” kata Dani.


“Bayangkan saja, di tahun perdananya, acara ini diikuti oleh 135 santri dari 21 pesantren di Kota Semarang dan Kabupaten Kendal. Ini membuktikan bahwa program pendidikan pesantren Muhammadiyah punya daya tarik dan kualitas yang patut diacungi jempol,” cetusnya.

Tantangan Pesantren Muhammadiyah

Narasumber : H. Dani Muhtada, M.Ag., M.P.A., Ph.D.

Namun, tentu saja setiap perjalanan ada tantangannya. Salah satu kendala terbesar adalah dalam upaya standarisasi kurikulum.


Menurut Dani, keragaman segmen pesantren Muhammadiyah menjadi tantangan tersendiri. Ada pesantren yang menampung santri SMP, ada juga yang fokus pada mahasiswa, dan bahkan muncul genre baru seperti pesantren lansia. Keunikan ini membuat LPP harus berpikir keras untuk merumuskan kurikulum dan manajemen yang bisa mengakomodasi semua kebutuhan.


Meski demikian, kata dia, ini juga menjadi kekuatan. Kehadiran berbagai macam fokus, mulai dari pesantren tahfidz, pesantren mahasiswa, hingga pesantren pelajar, menunjukkan betapa dinamisnya sistem pendidikan di Muhammadiyah.
Pada dasarnya, tegas Dani, tujuan pendidikan di pesantren Muhammadiyah tidak jauh berbeda dengan pesantren non-Muhammadiyah, yaitu untuk mendalami ilmu-ilmu agama atau tafaqquh fiddin.

Namun, ada satu hal yang membedakannya: kepemilikan. Umumnya, pesantren di Indonesia dimiliki oleh personal atau seorang kyai, sedangkan pesantren di Muhammadiyah adalah milik organisasi.


“Hal ini membuat setiap program yang dijalankan tidak bisa lepas dari kebijakan organisasi payungnya. Dengan adanya LPP, hubungan antara pondok-pondok tersebut dengan organisasi induk menjadi semakin kuat,” tandasnya.


Ini memastikan setiap langkah yang diambil sejalan dengan visi dan misi Muhammadiyah dalam mencetak generasi yang tak hanya berilmu agama, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan pandangan yang berkemajuan.

Kontributor: MPI PDM Kota Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: