Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Meneguhkan Layanan Kesehatan Islami: RS Roemani Peringati Milad ke-50 dengan Pengajian Spiritual

28 Agustus 2025, 11:25 WIB • 2 menit baca
Meneguhkan Layanan Kesehatan Islami: RS Roemani Peringati Milad ke-50 dengan Pengajian Spiritual

SEMARANG, muhammadiyahkotasemarang.org – Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah (RS Roemani) Semarang merayakan Milad ke-50 dengan menggelar pengajian akbar yang menghadirkan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, Ustaz Dr. KH. Fachrur Rozi, M.Ag pada Rabu, (27/08/2025). Acara yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube RS Roemani ini mengangkat tema “Menggali Nilai Spiritual untuk Menguatkan Pelayanan Kesehatan Islami”, yang menjadi pengingat bagi seluruh sivitas hospitalia bahwa melayani pasien adalah ibadah.

Dalam tausiahnya, Ustaz Fachrur Rozi menyampaikan ucapan selamat atas pencapaian setengah abad RS Roemani. Ia kemudian menekankan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam setiap aspek pelayanan kesehatan. “Kekuatan spiritual itu ada pada kesadaran kita untuk menguatkan hubungan dengan Allah (hablum minallah) dan hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas),” ujarnya. Menurutnya, fondasi inilah yang akan melahirkan pribadi yang ikhlas, amanah, sabar, penuh kasih sayang, dan tawakal.

Lebih lanjut, Ustaz Fachrur Rozi menegaskan bahwa profesi tenaga kesehatan bukan sekadar pekerjaan, melainkan jalan untuk beribadah dan meraih surga. “Tujuan utama seorang profesional kesehatan adalah tidak hanya unggul dalam profesinya, tetapi juga mengikuti jalan menuju surga dengan menjalankan tugas-tugas mereka dengan keikhlasan karena Allah,” paparnya

Tausiah ini juga memberikan dua poin penting untuk praktik sehari-hari. Pertama, para tenaga medis diajak untuk senantiasa memasang niat tulus dalam bekerja sebagai bentuk ibadah dan tidak melalaikan kewajiban beribadah di tengah kesibukan. Kedua, Ustaz Fachrur Rozi mengingatkan agar pelayanan pasien dilakukan dengan penuh keramahan, profesionalisme, dan menjaga martabat mereka.

“Sebagaimana hadis riwayat Ahmad, ‘Khairunnas anfa’uhum linnas’, yang berarti sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain,” pungkasnya. Kutipan ini menjadi intisari penutup yang menguatkan pesan bahwa sejatinya, setiap tindakan baik dalam melayani sesama, terutama dalam bidang kesehatan, merupakan wujud ibadah yang paling mulia.

Pengajian ini diharapkan dapat menginspirasi seluruh jajaran RS Roemani untuk terus memberikan layanan terbaik yang tidak hanya menyembuhkan fisik, tetapi juga menyejukkan hati pasien dan keluarga, menjadikan setiap tindakan sebagai ladang amal jariyah.

Kontributor: RS Roemani
Editor: Riki Aprianto
Bagikan: