Membentuk Pemimpin Masa Depan, IMM Paripatetik UIN Walisongo Gelar Darul Arqam Dasar
SEMARANG BARAT, muhammadiyahkotasemarang.org – Menjawab tantangan zaman dan kebutuhan akan regenerasi kepemimpinan yang tangguh, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Paripatetik UIN Walisongo menggelar Darul Arqam Dasar (DAD).
Acara yang berlangsung sejak tanggal 5 hingga 7 September 2025 di SD Muhammadiyah 12 Pamularsih ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan upaya strategis untuk mencetak kader unggul yang siap mengabdi pada persyarikatan, umat, dan bangsa.
Acara pembukaan yang khidmat pada Jumat (05/09/25) dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya Ketua PCM Semarang Barat, H. Arief Istaman; Ketua PC IMM Kota Semarang, Inas Jordi Purnomo; dan Koordinator Komisariat (Korkom) IMM UIN Walisongo Semarang ; Rizqi Aulia Isnaini.
Kehadiran mereka tak hanya menjadi wujud dukungan, tetapi juga suntikan semangat bagi para peserta yang tengah menapaki jenjang awal kaderisasi di organisasi mahasiswa ini.
Dalam sambutannya, H. Arief Istaman menekankan pentingnya amanah dalam kepemimpinan. Menurutnya, menjadi seorang pemimpin bukanlah sekadar jabatan, tetapi sebuah amanah yang besar. Ia menambahkan bahwa untuk menjadi pemimpin bagi kader Muhammadiyah, wajib meneladani empat sifat utama Rasulullah SAW: Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathonah.
Bukan Sekadar Rutinitas, Tapi Gerbang Utama
Intan Widiastuti, Ketua IMM Paripatetik, menjelaskan bahwa DAD memiliki makna yang jauh lebih dalam. Ini bukan hanya formalitas, melainkan pintu gerbang bagi para calon anggota untuk menyelami ideologi dan ruh gerakan IMM. Lebih dari itu, DAD menjadi wahana utama untuk membentuk sosok mahasiswa yang berintelektual, berintegritas, dan memiliki komitmen tinggi terhadap organisasi.
Senada dengan itu, Inas Jordi Purnomo memberikan penegasan ulang. Ia menekankan bahwa melalui DAD, IMM bertekad melahirkan calon pemimpin yang tidak hanya berbekal ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan sejati. DAD adalah langkah pertama bagi mereka untuk tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas dan siap menghadapi tantangan ke depan.
Dengan mengusung tema “Reformasi Spirit Gerakan Mahasiswa: Membangun Kembali Ghirah Organisasi dalam Bingkai Ideologi IMM”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kembali semangat juang di kalangan mahasiswa. Dalam lingkungan yang kerap serba instan, proses kaderisasi seperti DAD menjadi oase yang menawarkan pembentukan karakter yang kokoh dan tujuan yang jelas.
Melalui DAD, diharapkan para peserta dapat menjadi kader Muhammadiyah yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki mental baja dan kesiapan untuk berkontribusi secara nyata.
Mereka diharapkan bisa menjadi motor penggerak perubahan, membawa IMM menjadi organisasi yang relevan dan signifikan di tengah masyarakat. Dengan demikian, DAD ini menjadi pondasi kuat bagi perjalanan panjang mereka sebagai generasi penerus persyarikatan.