Karyawan Bakal Digusur AI? Direktur PT NCF dan Rektor ITESA Beri Peringatan Keras!
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Isu robot AI bakal menggusur posisi karyawan kini bukan lagi sebatas isapan jempol. Merespons ancaman nyata tersebut, ITESA Muhammadiyah Semarang langsung mendatangi markas PT Nuclear Coating Fabric (NCF) pada Kamis (16/7/2026) hari ini. Kedua lembaga sepakat menggelar rapat khusus guna membekali seluruh karyawan lewat pelatihan AI tingkat lanjut.
Langkah taktis ini lahir dari visi besar Direktur PT NCF, Andrew Tresnosantoso. Pihak industri menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital sudah tidak mungkin lagi dihindari. Terkait hal itu, seluruh staf dituntut cepat beradaptasi agar tidak tersisih dari ketatnya persaingan kerja.
Andrew Tresnosantoso bahkan melontarkan sebuah peringatan keras yang cukup menampar mental para pekerja modern saat ini. “AI may replace you if you are not use it as your assistant (AI mungkin akan menggantikanmu jika kamu tidak menggunakannya sebagai asistenmu),” tegas Andrew Tresnosantoso saat memimpin jalannya rapat koordinasi. Pihak perusahaan ingin agar seluruh staf mampu memanfaatkan AI sebagai mitra strategis untuk mendongkrak produktivitas harian.
Kuasai Teknik Prompt Engineering Lewat Praktik 70 Persen
Pandangan visioner dari pihak industri tersebut mendapat sambutan hangat dari Rektor ITESA Muhammadiyah Semarang, Nurul Huda, S.Kom., M.Kom., Ph.D. Sang Rektor sepakat bahwa tantangan utama dunia kerja saat ini bukan lagi sekadar memahami teknologi secara teori. Menurut Nurul Huda, manusia yang memegang kendali atas teknologi akan selalu berada satu langkah di depan.
“Bukan AI yang akan menggantikan manusia. Manusia yang mampu memanfaatkan AI akan menggantikan mereka yang tidak menggunakannya,” papar Nurul Huda secara gamblang. Karena itu, AI harus diposisikan sebagai asisten yang membantu kita bekerja lebih cerdas, lebih cepat, dan lebih baik.
Oleh karena itu, kedua lembaga telah menjadwalkan agenda pelatihan bertema khusus ini pada 28–29 Juli 2026 mendatang. Guna memastikan dampak yang instan, kurikulum pelatihan sengaja dirancang sangat berbobot dengan komposisi 30 persen teori dan 70 persen praktik langsung. Para karyawan nantinya akan digembleng menguasai teknik Prompt Engineering, optimalisasi AI Productivity Tools, hingga analisis data manufaktur.
Buka Kelas Khusus Karyawan dan Transformasi Digital
Pertemuan rapat khusus di kantor PT NCF ini turut dihadiri oleh jajaran penting dari kedua belah pihak. Dari dunia industri, tampak hadir HR Director SR Group Furqon Karin serta HRD Manager PT NCF Nabil. Sementara dari akademisi, Rektor ITESA didampingi oleh Kepala LPPM Deden Istiawan, Wulan Bakti selaku dosen, serta Aulad Muwaffaq dari Biro Kerja Sama.
Menariknya, kolaborasi strategis antara kampus dan dunia industri ini tidak akan berhenti pada satu kali pelatihan saja. Pihak ITESA Muhammadiyah Semarang dan PT NCF sudah menyepakati komitmen jangka panjang terkait pengembangan mutu SDM secara berkelanjutan. Rencana program lanjutan bahkan mencakup agenda pendampingan transformasi digital perusahaan secara menyeluruh di masa depan.
Selain itu, kedua institusi juga sepakat untuk segera membuka kelas khusus (Corporate Class) bagi karyawan PT NCF yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di ITESA Muhammadiyah Semarang. Sinergi ini menjadi bukti nyata bagaimana dunia kampus mampu menjadi jembatan bagi kebutuhan digitalisasi industri. Melalui ekosistem baru ini, daya saing perusahaan manufaktur lokal optimis dapat melesat tajam di pasar internasional.