Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Sering Diabaikan, Ternyata Kelola Stres Jadi Kunci Utama Atasi Tensi Tinggi Lewat Metode Ini

20 Juni 2026, 10:24 WIB • 3 menit baca
Foto dokumentasi dua akademisi pria berdiri berdampingan dengan senyum hangat di halaman depan Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS). Pria di sebelah kiri mengenakan kemeja dinas putih dengan lanyard biru, sedangkan pria di sebelah kanan mengenakan kemeja seragam abu-abu gelap dengan emblem bertuliskan "BEDAH". Keduanya dengan bangga memegang buku ajar bersampul biru muda bergambar ilustrasi otak dan alat tensimeter digital. Di latar belakang tengah, terdapat monumen bola dunia biru bertuliskan "UNIMUS" di bawah struktur gerbang hijau raksasa bertuliskan "UNIMUS" di bawah paparan sinar matahari siang yang cerah.
Penulis utama Prima Trisna Aji (kanan) bersama tim menunjukkan buku ajar baru mengenai sistem self-management hipertensi di depan gerbang utama kampus UNIMUS, Semarang. Melalui integrasi video interaktif dan terapi psikologis, buku inovatif ini dirancang sebagai panduan praktis bagi penderita untuk membantu atasi tensi tinggi dan mengelola stres secara mandiri dari rumah.

Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Kabar gembira bagi dunia pelayanan medis saat ini lahir dari tangan kreatif para akademisi Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS). Tiga dosen lintas disiplin ilmu secara resmi merilis sebuah buku ajar inovatif ber-ISBN yang fokus mengupas tuntas cara penanganan hipertensi secara mandiri. Karya ilmiah mutakhir ini menawarkan metode baru yang menggabungkan teknologi visual dan pengelolaan mental pasien guna menekan angka kematian akibat penyakit tidak menular.

Langkah konkret para akademisi ini menjadi angin segar di tengah melonjaknya angka penderita tekanan darah tinggi di Indonesia. Buku berjudul Video Edukasi Self-Management dalam Pengendalian Stres Psikologis dan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi tersebut lahir lewat dukungan dana Hibah Internal LPPM UNIMUS. Kehadiran literatur ini siap memandu para pasien untuk atasi tensi tinggi tanpa hanya bergantung pada obat-obatan kimia di fasilitas kesehatan.

Dosen Spesialis Keperawatan Medikal Bedah UNIMUS, Prima Trisna Aji, bertindak sebagai penulis utama dalam proyek kolaborasi besar ini. Prima Trisna Aji meramu materi esensial tersebut bersama dr. Muhammad Nur Hasbi dari Fakultas Kedokteran UNIMUS. Selain itu, Dr. Elinda Rizkasari yang merupakan Sekretaris Program Studi PGSD Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta turut memperkuat tim penulis dari sisi metodologi pendidikan.

Gunakan Media Video Interaktif

Para penulis merancang isi buku ini secara sangat sistematis. Materi bermula dari konsep dasar medis hingga teknik manajemen stres. Prima Trisna Aji menjelaskan bahwa buku ajar ini lahir dari kebutuhan nyata. Masyarakat membutuhkan model edukasi kesehatan yang lebih adaptif. Pendekatan berbasis video interaktif sengaja mereka pilih agar pasien bisa praktik langsung di rumah.

“Buku ajar ini kami susun karena adanya kebutuhan yang semakin besar terhadap inovasi penatalaksanaan self-management bagi penderita hipertensi. Pengendalian hipertensi tidak cukup hanya dengan pengobatan, tetapi juga membutuhkan perubahan perilaku kesehatan yang berkelanjutan. Karena itu kami mengembangkan pendekatan edukasi berbasis video yang lebih interaktif, mudah dipahami, dan dapat digunakan secara mandiri oleh pasien,” ujar Prima Trisna Aji secara rinci.

Anggota tim penulis, dr. Muhammad Nur Hasbi, ikut memberikan penjelasan tambahan. Transformasi digital kini mengubah cara masyarakat dalam menyerap informasi kesehatan. Informasi visual lewat video terbukti lebih menarik perhatian pasien. Mereka juga bisa mengakses tayangan tersebut secara berulang kali. Pemanfaatan teknologi ini otomatis meningkatkan partisipasi aktif penderita untuk atasi tensi tinggi secara berkala.

Sentuh Sisi Mental dan Psikologis

Buku kolaborasi ini juga memiliki keunggulan lain yang sangat unik. Mereka memberikan perhatian khusus terhadap dimensi psikologis pasien. Selama ini, aspek mental sering terabaikan dalam pengobatan konvensional. Dr. Elinda Rizkasari menilai bahwa kecemasan memiliki korelasi kuat dengan lonjakan darah. Oleh karena itu, penanganan masalah hipertensi wajib berjalan secara holistik. Petugas harus menyentuh aspek fisik dan mental penderita.

“Buku ini hadir untuk menjawab kebutuhan pasien hipertensi dari sisi psikologis yang selama ini relatif jarang disentuh. Banyak pasien mengalami kecemasan, stres, dan tekanan emosional yang berdampak terhadap kondisi kesehatannya. Karena itu pengendalian hipertensi harus dilakukan secara holistik dengan memperhatikan aspek fisik, psikologis, sosial, dan perilaku kesehatan pasien,” ungkap Elinda Rizkasari.

Penerbit Inti Litera bersama tim penulis siap menggelar agenda besar sebagai langkah diseminasi. Mereka akan menyelenggarakan Grand Launching dan Bedah Buku Nasional. Acara ilmiah tersebut akan berlangsung secara daring pada Sabtu, 27 Juni 2026 mendatang. Masyarakat bisa menyaksikan acara melalui Zoom dan kanal YouTube Ruang Dakwah Medis Indonesia. Diskusi terbuka ini menjadi momentum emas untuk memetik ilmu praktis dalam usaha atasi tensi tinggi.

Kontributor: Tim Humas UNIMUS
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: