Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Beri Hadiah Spesial, Muhammadiyah Kuliahkan Para Dai 3T ke Jenjang Pascasarjana

3 Juli 2026, 11:31 WIB • 3 menit baca
Prosesi penyerahan simbolis papan beasiswa dai muhammadiyah untuk Program Magister Pendidikan Agama Islam. Tampak Hilman Latief, Muchamad Arifin, Kiai Saad Ibrahim, Syamsul Anwar, dan jajaran pimpinan lainnya berdiri bersama di atas panggung dengan latar belakang layar digital bertuliskan "Launching Buku".
Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, bersama jajaran pimpinan pusat saat menyerahkan papan program beasiswa dai muhammadiyah secara simbolis kepada Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta.

Jakarta, muhammadiyahsemarangkota.org — Menjaga benteng keimanan dan merawat moral masyarakat di wilayah pedalaman merupakan tugas sunyi yang penuh dengan keterbatasan fasilitas. Para pejuang keagamaan ini sering kali harus mengubur dalam-dalam impian akademis mereka demi menuntaskan pengabdian kemanusiaan di garis batas. Menyadari pengorbanan besar tersebut, organisasi Islam ini memilih hadir memberikan hadiah istimewa berupa akses pendidikan tinggi.

Melansir dari portal resmi Muhammadiyah.or.id, langkah taktis ini terwujud melalui peluncuran Program Beasiswa Magister Pendidikan Agama Islam (S2). Serah terima bantuan biaya pendidikan secara simbolis tersebut berlangsung di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta, Kamis (25/6/2026) kemarin. Momentum berharga dalam beasiswa dai Muhammadiyah ini berjalan bersamaan dengan agenda Dialog Nasional dan Peluncuran Buku “Bergerak untuk Mencerahkan”.

Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, menyerahkan langsung berkas beasiswa tersebut kepada Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin. Prosesi sakral ini juga mendapat pengawalan langsung dari jajaran pimpinan pusat seperti Kiai Saad Ibrahim dan Syamsul Anwar. Proyek strategis ini merupakan buah kolaborasi matang bersama Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).

Bukan Sekadar Modal Ikhlas

Inisiatif menguliahkan para dai ke jenjang S2 ini menjadi strategi baru dalam memperkuat ketahanan sosial di wilayah binaan. LDK PP Muhammadiyah menegaskan bahwa tantangan dakwah di era modern memerlukan pisau analisis ilmiah yang tajam. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas akademik para dai akan berdampak langsung pada kualitas pemberdayaan masyarakat marginal serta komunitas adat.

Pihak organisasi ingin memastikan bahwa kesediaan menetap di daerah terpencil tidak memutus hak para kader untuk berkembang. Sinergi bersama UMSU ini siap mencetak agen perubahan yang adaptif, profesional, dan kaya akan wawasan inklusif. Lewat beasiswa ini, para dai dapat menempuh pendidikan magister secara matang tanpa perlu menanggalkan tugas mulia mereka di lapangan.

“Selama ini banyak dai yang memilih mengabdikan diri di daerah terpencil sehingga kesempatan melanjutkan studi menjadi sangat terbatas. Melalui program beasiswa ini kami ingin memastikan bahwa mereka tetap memiliki peluang untuk menempuh pendidikan Magister, tanpa harus meninggalkan semangat pengabdiannya kepada masyarakat,” ujar Muchamad Arifin saat membeberkan latar belakang program.

Bangun Ekosistem Berkelanjutan

Gerakan progresif ini sekaligus mematahkan stigma bahwa pengiriman tenaga dai ke wilayah perbatasan hanya bersifat sementara. Muhammadiyah tengah serius membangun ekosistem pembinaan guru agama yang berkesinambungan dan memiliki dampak jangka panjang. Penyaluran fasilitas ini melengkapi rangkaian program pendampingan, pelatihan, serta penguatan jejaring dakwah komprehensif yang sudah berjalan sebelumnya.

“Dakwah hari ini memerlukan dai yang tidak hanya memiliki keikhlasan dan semangat pengabdian, tetapi juga kapasitas keilmuan yang terus berkembang agar mampu menjawab berbagai persoalan umat secara bijaksana dan solutif,” tambah Arifin mengenai tuntutan kompetensi zaman.

Hadirnya program beasiswa dai Muhammadiyah ini membawa harapan baru bagi masa depan dakwah pencerahan yang merata di Indonesia. Kedalaman ilmu dan keluasan wawasan para lulusan pascasarjana ini siap menjadi motor penggerak peradaban yang ramah di pelosok negeri. Melalui jalinan kerja sama yang kokoh, persyarikatan optimis mampu melahirkan mentor-mentor tangguh pengusung risalah Islam berkemajuan hingga ke ujung nusantara.

Kontributor: Tim MPI PDM Semarang
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: