Jangan Menyerah! Begini Cara Mengatasi Lelah Batin Lewat Surat Al Insyirah
NGALIYAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Kita sering merasa dada sesak saat masalah hidup datang tanpa henti. Beruntungnya, agama Islam punya jawaban praktis untuk memulihkan energi yang terkuras. Anda bisa mengatasi lelah batin ini dengan memahami satu rahasia penting dari pesan langit.
Pesan penyejuk jiwa tersebut menggema pada ibadah salat Jumat, 14 Agustus 2026. Di atas mimbar Masjid At Taqwa Wates Ngaliyan, Ustaz M. Barius Salam selaku Ustaz muda Pondok Pesantren Bina Amal dan Mahasiswa S2 UIN Walisongo Semarang membagikan sudut pandang baru soal ujian hidup. Ia mengajak ratusan jemaah melihat rintangan sebagai jembatan menuju ketenangan, bukan sekadar beban.
Hikmah Kesulitan dalam Islam
Menyelami hikmah kesulitan dalam Islam, sang khatib memvalidasi rasa capek yang wajar dialami manusia. Ia menekankan bahwa perjalanan hidup mustahil selalu mulus. “Tidak mungkin perjalanan ini hanya akan melalui jalanan-jalanan yang lurus saja. Pasti kita akan menjumpai yang namanya jalan terjal,” tegasnya di hadapan jemaah.
Jalan terjal itu memang akan menghabiskan persediaan kesabaran kita. Menyikapi hal tersebut, keputusasaan bukanlah jalan keluar yang tepat. Setiap rasa sakit justru berfungsi mengkalibrasi hati agar kita lebih menghargai nikmat sekecil apa pun kelak.
Makna Surat Al Insyirah dan Artinya
Saat pikiran sedang buntu, manusia biasanya mencari kepastian kapan penderitaan usai. Khatib kemudian menyitir Surat Al Insyirah dan artinya untuk memberikan jaminan yang pasti. “Maka sesungguhnya di dalam setiap kesulitan pasti akan dibersamai dengan yang namanya kemudahan,” ujar Ustadz Ponpes Bina Amal dengan nada menenangkan.
Ayat ini mengisyaratkan bahwa kebahagiaan dan kesedihan selalu hadir beriringan ibarat dua sisi koin. Kita tidak perlu menunggu masalah selesai total untuk bisa bernapas lega. Titik terang itu selalu ada tepat di tengah-tengah badai ujian yang sedang kita lewati.
Bekal Takwa dan Doa Penenang Hati
Untuk merawat kewarasan, kita jelas membutuhkan solusi yang konkret. Ia menyarankan jemaah untuk membentengi diri dengan ketakwaan yang tulus. “Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan menjadikan segala urusannya menjadi ringan dan mudah,” tuturnya mantap.
Menjaga takwa ini tentu harus selaras dengan rutinitas melangitkan doa penenang hati dan pikiran. Campur tangan Tuhan akan turun meringankan pundak yang terlampau berat. Melalui rasa rida menerima ujian, luka di dalam dada perlahan akan sembuh dengan sendirinya.