Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Serunya Nobar Bola Rasa Silaturahmi, Potret Nyata Harmoni Kota Semarang

20 Juli 2026, 22:07 WIB • 2 menit baca
Tokoh masyarakat lintas agama dan perwakilan ormas memegang bola dan bendera Argentina serta Spanyol dalam acara Nobar RRI Semarang dan FKSB Semarang sebagai potret harmoni Kota Semarang.
Sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan FKSB Semarang berfoto bersama membawa atribut Final Piala Dunia 2026 di pelataran LPP RRI Semarang. Momen kehangatan ini menjadi simbol nyata eratnya toleransi beragama dan harmoni Kota Semarang.

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Ratusan warga memadati pelataran LPP RRI Semarang untuk menyaksikan laga Final Piala Dunia 2026. Acara Nobar RRI Semarang ini tampil sebagai wujud nyata toleransi beragama sekaligus cerminan harmoni Kota Semarang.

Selanjutnya, kemeriahan kolaborasi bersama FKSB Semarang ini berlangsung pada Ahad (19/7/2026) malam. Halaman lembaga penyiaran tersebut seketika berubah menjadi ruang publik yang sangat hangat.

Menyatukan Berbagai Kalangan Masyarakat

Acara ini menarik perhatian berbagai elemen masyarakat dan tokoh penting. Kepala LPP RRI Semarang Bambang Dwijono dan Ketua Bamag Jawa Tengah Supra tampak hadir di lokasi. Selain itu, Kepala Tata Usaha TVRI Aris Pandan juga ikut membaur secara langsung. Ketua Karang Taruna Kota Semarang Soragah Rambing turut hadir duduk bersama ratusan warga.

Tokoh lain seperti Ahmad Robani Al Fadilah dan para pimpinan organisasi kemasyarakatan turut meramaikan suasana malam itu. Fakta ini menegaskan bahwa olahraga sungguh mampu meruntuhkan dinding perbedaan kelas sosial maupun agama.

Seni Budaya Penguat Persaudaraan

Menjelang pertandingan mulai, ragam pertunjukan seni lokal menyemarakkan suasana. Selain itu, Bambang Dwijono bersama budayawan Ndan Slawi tampil membacakan bait-bait puisi. Pertunjukan budaya ini sukses mencairkan ketegangan khas laga final sepak bola.

Di sisi lain, Ketua FKSB Semarang, Dr. H. AM Jumai, S.E., M.M. Juga menjabat sebagai ketua Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Wilayah (LDK PWM) Jawa Tengah, memandang momen ini secara lebih mendalam. Ia lantas mengajak seluruh penonton untuk memetik pelajaran berharga dari pertemuan Argentina dan Spanyol.

“Argentina mengajarkan semangat juang, keberanian, kreativitas, dan pantang menyerah. Sementara Spanyol menghadirkan kecerdasan, disiplin, kesabaran, serta kerja sama tim yang luar biasa,” papar AM Jumai secara lugas di hadapan para penonton.

Merawat Nilai Kebangsaan Bersama

Lebih lanjut, ia merajut filosofi olahraga tersebut dengan realitas kehidupan bermasyarakat sehari-hari. “Menang atau kalah hanyalah hasil pertandingan, tetapi persaudaraan dan persatuan adalah kemenangan yang sesungguhnya,” tegasnya untuk mengingatkan kembali pentingnya kerukunan warga.

Lewat kolaborasi ini, penyelenggara sukses memberikan contoh sinergi positif bagi masyarakat luas. Dengan demikian, warga berhasil menciptakan ruang publik yang edukatif melalui sarana hiburan yang merakyat.

Sebagai penutup, AM Jumai kembali melontarkan pesan kebangsaan yang sangat kuat. Pesan ini terasa sangat relevan bagi seluruh warga yang memadati lokasi. “Sepak bola mempersatukan dunia, sementara kebersamaan memperkuat Indonesia,” pungkasnya mengakhiri kegiatan tersebut dengan penuh semangat.

Kontributor: MPI PDM kota Semaran
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: