Hidup Bahagia Dunia Akhirat: Menyelami Makna Muslim Berkemajuan Bervisi Surga
CEPU,muhammadiyahkotasemarang.org – Apa jadinya jika kita bisa hidup sukses di dunia, namun juga memiliki bekal yang cukup untuk kebahagiaan abadi di akhirat? Pertanyaan mendalam inilah yang menjadi inti dari Kajian Umum Kuliah Ahad Pagi yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh & Pustaka Informasi PCM Cepu. Dalam acara yang diadakan pada Ahad,(10/08/25), di Masjid Al-Hikmah, Komplek Muhammadiyah Cepu, Ustadz Dr. Aang Kunaepi, M.Ag., Ketua Majelis Tabligh PDM Kota Semarang, membagikan wawasan berharga tentang “Menjadi Muslim Berkemajuan Bervisi Surga.”
Ustadz Aang Kunaepi membuka sesi dengan menjelaskan bahwa visi surga adalah sebuah keyakinan dan cita-cita luhur untuk menggapai keridaan Allah SWT dan kebahagiaan yang kekal di akhirat. “Visi ini berfungsi layaknya kompas yang membimbing setiap langkah kita dalam menjalani kehidupan di dunia,” ujar Ustadz Aang.
Tanpa orientasi yang jelas, manusia mudah tersesat dalam gemerlapnya godaan dunia yang fana. Sebaliknya, visi surgawi memberikan makna, arah, dan kekuatan untuk terus berbuat kebaikan, sebuah konsep yang senada dengan firman Allah dalam Q.S. Al-Ankabut: 64, yang menyebutkan bahwa kehidupan dunia hanyalah senda gurau, sedangkan kehidupan yang sesungguhnya ada di akhirat.
Sering kali kita salah mengartikan “berkemajuan” hanya dengan pencapaian material seperti kekayaan atau status sosial. “Seorang Muslim yang berkemajuan jauh lebih dari itu,” tegas Ustadz Aang.
“Ia adalah pribadi yang progresif dan berorientasi pada kemajuan di seluruh aspek kehidupan: spiritual, intelektual, sosial, hingga ekonomi.” Namun, semua kemajuan itu harus tetap berlandaskan nilai-nilai Islam. Mereka adalah individu yang tak pernah berhenti belajar, senantiasa berbuat baik, memberikan manfaat bagi sesama, dan berkontribusi positif untuk kemaslahatan umat.
Fondasi Kuat Menuju Akhirat
Tentu, visi surga yang mulia ini tidak bisa dicapai tanpa fondasi yang kuat. Ustadz Aang menekankan bahwa syarat utama untuk masuk surga adalah gabungan dari tiga pilar utama: iman yang kokoh, amal saleh yang konsisten, dan yang terpenting, rahmat dari Allah SWT. Ia mengingatkan, “amal saleh seperti shalat, puasa, zakat, dan kebaikan lainnya akan sia-sia jika tidak dilandasi oleh keimanan yang kuat.”
Selain itu, ada beberapa hal yang tak kalah penting untuk diperhatikan, yaitu menjaga tauhid (pengakuan mutlak akan keesaan Allah), mempraktikkan akhlak karimah (etika mulia), dan menjaga ukhuwah Islamiyah (persaudaraan antar sesama Muslim). Semua pilar ini harus berlandaskan pada Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai panduan hidup.
Kajian ini juga memberikan gambaran bahwa surga memiliki tingkatan, dengan Jannat al-Firdaus sebagai tingkatan tertinggi, yang diperuntukkan bagi mereka yang beriman dan beramal saleh. Surga juga merupakan tempat di mana keluarga mukmin akan dipertemukan kembali, sebuah janji yang disebutkan dalam Q.S. Ar-Ra’du: 23 dan Q.S. An-Nisa’: 57.
Untuk menggapai kehidupan yang sejalan dengan visi surgawi, kita diajak untuk menjadikan amal saleh sebagai kebiasaan, terus berdoa, dan meneladani kehidupan Rasulullah SAW. Semoga kita semua dapat menjadi pribadi yang terus berkemajuan, memiliki keimanan yang tangguh, dan pada akhirnya meraih rahmat Allah untuk kebahagiaan abadi di surga.