Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Lebih dari Sekadar Ibadah: Masjid At-Taqwa Wates Berbenah Melalui Pelatihan Manajemen Modern

3 September 2025, 22:31 WIB 3 menit baca
Lebih dari Sekadar Ibadah: Masjid At-Taqwa Wates Berbenah Melalui Pelatihan Manajemen Modern

NGALIYAN,muhammadiyahkotasemarang.org– Pelatihan manajemen masjid At Taqwa Wates Ngaliyan bekerja sama dengan Prodi Menejemen Dakwah Fakultas Dakwah UIN Walisongo untuk ubah Masjid At-Taqwa Wates jadi pusat peradaban umat. Ini kisah inspiratif pengurus masjid yang inovatif dan progresif.

Membangun Peradaban Umat dari Masjid: Inspirasi Pelatihan Manajemen di Masjid At-Taqwa yang di selenggarakan di hari Sabtu (30/08/25).

Para pengurus dan jamaah berkumpul, bukan hanya untuk shalat atau kajian rutin, melainkan untuk sebuah pelatihan manajemen masjid. Suasana hangat begitu terasa, mencerminkan semangat baru untuk menjadikan masjid tak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai motor penggerak peradaban.

Pelatihan ini merupakan inisiasi tim dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo Semarang, yang dipimpin oleh Dr. Hj. Siti Prihatiningtyas, M.Pd., dan Drs. Nurbini, MSI. Mereka membawa misi penting: membekali pengurus masjid dengan ilmu dan strategi modern untuk mengelola masjid secara profesional.

Materi yang disampaikan oleh Dr. Dedi Susanti, MSI, Kaprodi Manajemen Dakwah UIN Walisongo, sungguh membangkitkan semangat.

Ia menegaskan, peradaban umat Islam sejatinya dimulai dari masjid, sebuah filosofi yang dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW ketika pertama kali tiba di Madinah.

Menurutnya, masjid memiliki peran vital sebagai pusat penguatan keimanan, pendidikan, bahkan pusat kegiatan sosial kemasyarakatan.

Untuk mewujudkan peran strategis ini, Dr. Dedi memperkenalkan tiga pilar utama dalam pengelolaan masjid: Idarah (manajemen), Imarah (pemberdayaan), dan Ri’ayah (pemeliharaan).

Ia menyederhanakan konsep ini dengan filosofi KTP: Kompak, Tegur Sapa, dan Peduli. Tiga poin sederhana namun esensial yang harus melekat pada setiap individu yang mengemban amanah sebagai pengurus masjid.

Belajar Mengelola Masjid Layaknya Memasak

Bagian paling menarik dari pelatihan ini adalah analogi manajemen takmir masjid yang diibaratkan seperti “memasak.”

Seperti seorang koki yang harus merencanakan menu, menyiapkan bahan, mengatur proses, dan mengontrol rasa, mengelola masjid pun membutuhkan proses serupa.

Mulai dari perencanaan program yang matang, pengorganisasian SDM dan aset, pelaksanaan kegiatan yang terstruktur, hingga evaluasi untuk memastikan semua berjalan baik.

Analogi yang sederhana ini membuat semua peserta mudah memahami betapa krusialnya keterampilan manajerial.

Dr. Dedi juga sangat menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas. Pencatatan keuangan yang rapi, laporan kegiatan yang terdokumentasi, dan pengelolaan aset yang terbuka bukan hanya soal administrasi, tetapi juga kunci untuk membangun kepercayaan dari jamaah.

Kisah Inspiratif dari Masjid At-Taqwa yang Progresif

Kehadiran Prof. Ahwan Fanani, Ketua Takmir Masjid At-Taqwa, dalam pelatihan ini menjadi bukti nyata bahwa program manajemen masjid memiliki dampak besar.

Masjid At-Taqwa dikenal sebagai masjid yang progresif, meskipun usianya masih terbilang muda. Prof. Ahwan dengan antusias membagikan berbagai program inovatif yang telah berjalan, mulai dari Pesantren Lansia, program sosial untuk masyarakat sekitar, hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana dakwah.

“Kami ingin masjid ini menjadi rumah yang ramah bagi semua kalangan,” tutur Prof. Ahwan. Visi ini menunjukkan bagaimana sebuah masjid bisa beradaptasi dan menjawab kebutuhan zaman, sehingga relevan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan ini penuh meninggalkan kesan mendalam. Para peserta pulang dengan membawa bekal ilmu dan semangat baru.

Mereka menyadari, mengelola masjid bukan lagi sekadar rutinitas, tetapi sebuah panggilan mulia untuk mengembangkan masjid sebagai pusat peradaban. Dari sebuah pelatihan kecil di Wates, siapa sangka, semangat untuk memajukan peradaban umat itu kini mulai bersemi.

Kontributor: Lukman Al Hakim
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: