Libur Telah Tiba, Tapi AMM Kota Semarang Pilih ‘Nyantri’ di Baitul Arqom Ketimbang Tamasya
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Suasana libur Natal dan akhir tahun biasanya identik dengan destinasi wisata atau sekadar bersantai bersama keluarga. Namun, pemandangan berbeda justru muncul dari para pejuang muda di Kota Atlas. Seolah tak ingin terlena dengan hiruk-pikuk liburan, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kota Semarang justru memilih berkumpul untuk memperdalam ilmu agama dan organisasi.
Sejak Kamis hingga Jumat (25–26 Desember 2025), area Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPPMP) Kota Semarang menjadi saksi semangat membara para kader muda ini. Mereka mengikuti kegiatan Baitul Arqom yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa bagi mereka, bermuhammadiyah tidak mengenal kata libur.
Memperkuat Militansi Kader Melalui Ideologi Kemuhammadiyahan
Agenda Baitul Arqom ini memiliki tujuan yang sangat mendasar, yakni meneguhkan kembali ideologi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Para peserta yang berasal dari Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, IMM, hingga IPM saling bahu-membahu menyerap materi kepemimpinan.
Mereka mendapatkan arahan untuk meningkatkan militansi agar siap menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Materi yang tersaji menitikberatkan pada penguatan etos perjuangan dan tanggung jawab sosial. PDM Kota Semarang merancang kegiatan ini agar setiap kader memiliki wawasan kebangsaan yang luas namun tetap berpijak pada nilai-nilai dasar persyarikatan.
“Kami berharap keikutsertaan ini semakin menguatkan kualitas kader AMM Kota Semarang, baik dari sisi ideologi, militansi, maupun kesiapan dalam mengemban amanah,” tutur Suharno, S.Pd, Ketua PDPM Kota Semarang.
Suharno menekankan bahwa keseriusan dalam mengikuti Baitul Arqom akan berdampak besar pada peran aktif kader dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara nantinya.
Sinergi Strategis Angkatan Muda Muhammadiyah di Kota Semarang
Selain menjadi ajang pembinaan ideologis, Baitul Arqom ini berfungsi sebagai ruang konsolidasi yang hangat. Berbagai unsur dalam Angkatan Muda Muhammadiyah Kota Semarang saling berbagi pengalaman dan strategi dakwah.
Kebersamaan selama dua hari satu malam ini membangun sinergi yang lebih solid antar organisasi otonom.
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang terus berkomitmen menjaga kesinambungan kaderisasi melalui kegiatan seperti ini. AMM merupakan pilar penting yang menentukan arah dakwah Muhammadiyah yang berkemajuan di masa depan.
Kader-kader ini tidak hanya belajar tentang teori organisasi, tetapi juga mempraktikkan langsung nilai-nilai kesederhanaan dan kedisiplinan.
Mereka pulang bukan dengan rasa lelah, melainkan membawa semangat baru untuk mengimplementasikan program persyarikatan secara berkelanjutan.
Liburan tahun ini mungkin terasa berbeda, namun bagi AMM Semarang, inilah cara terbaik merayakan waktu dengan tumbuh bersama dalam bingkai dakwah.