Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Menguji Taring LSO IMM Kota Semarang: Dari Ruang Pelantikan Menuju Garis Depan Kemanusiaan

28 September 2026, 19:33 WIB • 3 menit baca
Peserta pelantikan LSO dan pelatihan kebencanaan PC IMM Kota Semarang berfoto bersama dengan latar spanduk acara dan kepalan tangan simbolik.
Puluhan kader PC IMM Kota Semarang berfoto bersama usai mengikuti prosesi Pelantikan Lembaga Semi Otonom (LSO) dan Disaster Management Training, Sabtu (26/9). Foto ini mencerminkan semangat sinergi gerakan untuk siap menghadapi krisis

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Krisis kemanusiaan kerap datang tanpa aba-aba. Menyadari panggilan darurat tersebut, barisan muda ikatan memilih untuk menempa diri menjadi perisai nyata bagi masyarakat.

Gema ikrar pelantikan bergema khidmat pada Sabtu (26/9/26) di Aula Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, Jl. Wonodri, Semarang Selatan. Di hadapan 21 Pimpinan Komisariat se-Kota Semarang, enam Lembaga Semi Otonom resmi menerima mandat kepemimpinan struktural.

Namun, pengesahan kepemimpinan ini menolak berhenti sebagai seremoni formal belaka. Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Semarang mengarahkan mandat tersebut agar menjelma menjadi energi hidup yang menyentuh denyut nadi warga.

Transformasi itu menemukan wujud aslinya tatkala 40 kader pilihan melebur dalam sesi pelatihan kebencanaan. Mereka menanggalkan sejenak atribut kampus untuk mengenakan semangat baru sebagai calon penyelamat di garis depan.

Kolaborasi Nyata di Tengah Lantai Aula

Kolaborasi lintas elemen langsung terbangun erat di lantai aula. Kehadiran tim medis darurat dari Holistic IMM Care DPD IMM Jawa Tengah bersinergi padu bersama MDMC Kota Semarang dan para akademisi gawat darurat.

Teori pergerakan yang tersimpan di atas kertas langsung diterjemahkan ke dalam praktik lapangan. Para peserta menyimak setiap instruksi dengan saksama, lalu turun tangan mempraktikkan teknik bantuan hidup dasar dengan penuh konsentrasi tinggi.

Semangat besar tersebut mendapat penegasan tegas dari pucuk pimpinan organisasi. Muhammad Haikal Nabil selaku Ketua Cabang IMM Kota Semarang memaparkan bahwa langkah taktis ini merupakan manifestasi murni dari Tri Kompetensi Dasar.

“Pelantikan LSO menjadi awal untuk mewadahi kader dalam mengasah potensi dan kemampuan dalam berbagai bidang, mulai dari pengembangan intelektual, penguatan nalar kritis, dan wadah untuk membangun gerakan,” ujar Haikal penuh penekanan.

Ia menambahkan bahwa agenda ganda ini didesain secara sadar untuk menembus batas kenyamanan birokrasi kampus. Kader tidak sekadar ditempa menjadi sosok yang militan, tetapi juga dipersiapkan secara matang untuk menjawab panggilan kemanusiaan.

“Kedepan ini tidak hanya acara seremonial tapi lebih dari itu wadah untuk eksplorasi potensi dan pengembangan sumber daya kader,” tambahnya.

Merajut Asa Menuju Masa Depan Gerakan

Dukungan penuh turut mengalir dari jajaran pimpinan persyarikatan. Suparno BM selaku Sekretaris PDM Kota Semarang mengingatkan para kader agar senantiasa melandaskan setiap langkah perjuangan pada fondasi spiritual yang kuat.

“Landaskan segala sesuatu yang akan dilakukan sebagai niat ibadah,” ungkap Suparno di hadapan puluhan kader yang memenuhi aula.

Ia menjabarkan lebih lanjut bahwa semangat ibadah tersebut harus menjelma melalui dedikasi dalam kepengurusan lembaga semi otonom serta kesungguhan mengikuti pelatihan. Ketika setiap aksi kemanusiaan diniatkan demi mencari ridha-Nya, lelah pergerakan akan berubah menjadi berkah mencerahkan.

Melalui perpaduan kepemimpinan struktural dan pembekalan volunteer kebencanaan yang tangguh, PC IMM Kota Semarang kini menatap masa depan dengan orientasi tajam. Nilai humanitas siap dihadirkan untuk mendampingi setiap jengkal ruang kehidupan warga.

Kontributor: Afida Nur Aulia
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: