Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Masih Semester 2, Mahasiswa ITESA Semarang Sudah Cetak 6 Hak Cipta Software!

23 Juli 2026, 18:29 WIB • 3 menit baca
Dokumen resmi Surat Pencatatan Ciptaan Hak Cipta dari Kementerian Hukum RI untuk ciptaan Program Komputer berjudul "Prototype EduSchedule" yang dirancang oleh Halena Azalia Mirabel Firdiyanto, Handewi Andaresta dkk., dengan pemegang hak cipta Institut Teknologi Statistika dan Bisnis Muhammadiyah Semarang sebagai bukti mahasiswa ITESA ciptakan software.
Bukti Hak Cipta resmi dari DJKI Kemenkum RI untuk ciptaan Program Komputer berjudul "Prototype EduSchedule" yang berhasil didaftarkan oleh mahasiswa ITESA ciptakan software (Halena Azalia Mirabel Firdiyanto, Handewi Andaresta dkk.) atas nama Pemegang Hak Cipta ITESA Muhammadiyah Semarang per Juli 2026.

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Anggapan bahwa mahasiswa semester awal hanya berkutat dengan teori perkuliahan biasa dipatahkan oleh para insan muda di Semarang. Ratusan ide kreatif berhasil diubah menjadi produk digital nyata yang bernilai jual dan terlindungi secara hukum. Terbukti, mahasiswa semester 2 Program Studi S1 Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) ITESA Muhammadiyah Semarang sukses mengantongi enam Hak Cipta software sekaligus dari Kementerian Hukum RI.

Keberhasilan memborong Surat Pencatatan Ciptaan dari DJKI Kemenkum RI ini lahir melalui integrasi tiga mata kuliah utama. Para mahasiswa digembleng lewat kolaborasi mata kuliah Algoritma dan Pemrograman, Etika Profesi, serta Design Thinking. Hasilnya, proyek perkuliahan biasa berhasil ditransformasikan menjadi portofolio perangkat lunak yang siap menjawab kebutuhan masyarakat modern.

Adapun enam aplikasi inovatif yang berhasil dipatenkan tersebut mencakup sistem penjadwalan akademik EduSchedule hingga platform kesehatan DietPlan. Selain itu, mereka juga merancang aplikasi kelola kebiasaan Habits Flow 1.0, RiseGig, platform belajar coding TurnCode, serta sistem manajemen rumah sakit Mediflow. Seluruh karya berbasis komputer ini resmi tercatat atas nama institusi ITESA Muhammadiyah Semarang per Juli 2026.

Mendobrak Kuliah Teori Lewat Metode Project Based Learning

Lompatan prestasi di tingkat awal perkuliahan ini tidak lepas dari keberanian tim dosen pembimbing dalam mengobrak-abrik pola mengajar konvensional. Koordinator dosen pembimbing, Nurul Huda dan Deden Istiawan, menegaskan komitmen kampus untuk mencetak lulusan berketerampilan tinggi sejak dini. Pihak program studi dengan sengaja menerapkan metode Student Centered Learning (SCL) dan Project Based Learning (PjBL) secara penuh.

Nurul Huda menjelaskan bahwa target utama perkuliahan di ITESA Semarang bukan lagi sekadar memburu angka nilai di atas kertas. “Kami ingin mendobrak anggapan bahwa kuliah informatika hanya berisi teori dan tugas-tugas biasa. Sejak semester pertama dan kedua, mahasiswa sudah dibiasakan mengerjakan proyek yang menyelesaikan persoalan nyata,” papar Nurul Huda dalam keterangannya kepada Muhammadiyahsemarangkota.org, kamis (23/7/2026) saat membeberkan kunci sukses timnya.

Melalui pendampingan intensif bersama tim dosen Nurul Huda, Deden Istiawan, dan Khoirul Anam, mahasiswa dibebaskan mengeksplorasi ide dari tahap perancangan hingga tahap sertifikasi HKI. Kerja sama tim yang solid membuat setiap kelompok mampu memecahkan rumitnya penulisan kode program secara sistematis. Pola belajar interaktif ini berhasil memicu semangat kompetisi yang sehat di lingkungan civitas akademika.

Cetak Portofolio Industri Sejak Dini

Pihak ITESA Muhammadiyah Semarang bahkan telah menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan karya mahasiswa secara berkala hingga lulus nanti. Setelah sukses menguasai pembuatan scheduling system di semester 2, para mahasiswa akan ditantang merancang Inventory Management pada semester 4. Puncaknya, mahasiswa semester 6 ditargetkan mampu menciptakan Human Resource Information System (HRIS) siap pakai untuk industri.

Strategi kurikulum berbasis produk ini diproyeksikan dapat memberi daya saing yang jauh lebih unggul bagi para lulusan kelak. Setiap lulusan dari kampus ini dipastikan sudah memegang deretan bukti portofolio digital yang diakui oleh negara sebelum mereka resmi diwisuda. Pemahaman mendalam mengenai etika profesi dan hukum kekayaan intelektual pun secara otomatis melekat pada karakter setiap mahasiswa.

Melalui lompatan inovasi ini, ITESA Muhammadiyah Semarang optimis dapat terus melahirkan talenta digital yang adaptif dan solutif. Pihak kampus menargetkan setiap angkatan baru nantinya mampu memproduksi lebih banyak karya teknologi yang berdampak langsung bagi dunia usaha. Dunia pendidikan vokasi dan teknologi pun kini memiliki standar baru dalam mencetak SDM berkualitas global.

Kontributor: Tim MPI PDM Semarang
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: