Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Mengobati Lelah Hati, Dengan Cara Bersyukur Atas Nikmat Allah

7 Juli 2026, 18:48 WIB • 3 menit baca
Ustadz Khoirul Anwar menyampaikan kajian 'Cara Bersyukur Atas Nikmat Allah' di hadapan jamaah Masjid At Taqwa PDM Kota Semarang.
Ustadz Khoirul Anwar menyampaikan tausiyah tentang keutamaan bersyukur atas nikmat Allah kepada jamaah Masjid At Taqwa PDM Kota Semarang saat kultum Dzuhur.

SEMARANG SELATAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Para jamaah mencari kedamaian batin di tengah penatnya rutinitas kerja harian. Di sana, mereka duduk bersila memetik hikmah tentang cara bersyukur atas nikmat Allah untuk meredakan kecemasan hidup.

Sebagai informasi, kegiatan ini berlangsung usai salat Dzuhur di Masjid At Taqwa PDM Kota Semarang, Selasa (7/7/2026). Selain itu, pengurus Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan warga sekitar turut hadir mengikuti kultum rutin tersebut. Secara khusus, kajian siang itu mengupas tuntas kandungan Surah An-Naml. Dalam kesempatan ini, Ustadz Khoirul Anwar tampil memberikan tausiyah yang menyentuh hati para pendengar.

Mengurai Makna Keutamaan Bersyukur

Awalnya, Ustadz Khoirul Anwar membagikan kisah inspiratif mengenai Nabi Sulaiman AS. Faktanya, sang raja memiliki kekuasaan absolut namun tetap menunjukkan kerendahan hati. Tentu saja, momentum ini membuka mata jamaah mengenai esensi kecukupan sejati.

Suatu ketika, saat melintas, seekor semut memperingatkan koloninya agar segera menyingkir. Menariknya, Nabi Sulaiman sama sekali tidak marah mendengar kepanikan serangga kecil itu. Sebaliknya, ia justru tersenyum dan memanjatkan doa syukur kepada Tuhan. Merespons hal tersebut, Ustadz Khoirul Anwar memberikan penekanan khusus pada adegan ini.

“Dari kisah ini kita belajar bahwa semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar pula kewajibannya untuk bersyukur dan merendahkan diri di hadapan Allah SWT. Kesombongan hanya akan menjauhkan manusia dari rahmat-Nya,” tutur Ustadz Khoirul Anwar.

Lebih dari Sekadar Harta Benda

Sontak, pesan tersebut langsung menyentuh realitas keseharian para jamaah. Memang, sering kali manusia mengukur kebahagiaan murni dari jumlah harta benda semata. Padahal, Kultum Ustadz Khoirul Anwar hari ini sukses menggeser pemahaman usang itu. Lebih lanjut, ia menjabarkan bahwa karunia Tuhan mencakup banyak hal tak kasatmata.

Akibatnya, manusia kerap melupakan anugerah tersebut saat terlalu sibuk mengejar materi. Oleh karena itu, ia memberikan peringatan tegas mengenai luasnya cakupan rezeki manusia.

“Nikmat Allah tidak hanya berupa harta benda, tetapi juga kesehatan, keluarga, ilmu pengetahuan, jabatan, kesempatan beribadah, hingga waktu. Seluruh nikmat tersebut merupakan amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban,” terangnya.

Tak pelak, kesadaran baru ini meredakan kecemasan jamaah yang hadir. Apalagi, fakta bahwa napas masih berembus membuat hati terasa jauh lebih lapang. Pada akhirnya, hal ini membuktikan keutamaan bersyukur sangat ampuh mengobati jiwa yang gelisah.

Menyebarkan Kebaikan dengan Santun

Selanjutnya, kajian ini juga menyoroti interaksi Nabi Sulaiman AS dengan Ratu Balqis. Singkatnya, kisah ini menjadi teladan kepemimpinan dan dakwah yang mengedepankan kebijaksanaan luhur. Bahkan, kelembutan terbukti lebih ampuh menembus batin dibandingkan paksaan fisik maupun verbal. Kenyataannya, masyarakat modern saat ini sangat membutuhkan pendekatan dakwah yang humanis.

Oleh sebab itu, keteladanan dan kesabaran menjadi kunci utama kesuksesan bermasyarakat. Sebagai penutup, sang penceramah mengakhiri sesi dengan sebuah ajakan damai bagi seluruh peserta.

“Kita hidup di tengah masyarakat yang beragam. Oleh karena itu, mari berdakwah dengan memberikan contoh yang baik, menjaga lisan, memperbaiki akhlak, dan menghadirkan manfaat bagi sesama,” pesannya.

Secara keseluruhan, kegiatan kultum dzuhur ini memberikan manfaat besar bagi warga Persyarikatan Muhammadiyah. Akhirnya, jamaah pulang membawa semangat baru untuk mengamalkan nikmat sehat dan waktu luang dalam kehidupan sehari-hari.

Kontributor: Media Masjid PDM Kota Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: