Cara Mendidik Anak Zaman Now: Berhenti Mengomel, Beri Contoh
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Banyak orang tua sering merasa kewalahan saat menasihati buah hatinya agar menuruti aturan rumah. Padahal, cara mendidik anak yang paling efektif bukanlah melalui omelan panjang yang menguras tenaga. Kunci utamanya justru terletak pada contoh teladan orang tua dalam rutinitas keseharian.
Peringatan Hari Anak Nasional 2026 menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kembali pola asuh di rumah. Menyambut hari bersejarah ini, tim muhammadiyahsemarangkota.org mewawancarai Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Semarang, Aminah Kurniasih M.Pd, pada Kamis (23/7/2026). Wawancara tersebut secara khusus bertujuan menggali solusi pengasuhan yang paling relevan dengan tantangan zaman modern.
Menyelaraskan Ucapan dan Perbuatan
Aminah menyoroti pentingnya konsistensi sikap orang dewasa di lingkungan rumah. Anak-anak pada dasarnya merupakan pengamat cerdas yang selalu meniru lingkungan terdekatnya. Oleh karena itu, ayah dan ibu wajib menyelaraskan setiap perkataan dengan tindakan yang nyata.
“Kita sebagai orang tua hendaknya memberikan contoh atau keteladanan kepada anak dalam sikap, perbuatan, maupun ucapan yang menurut kita bisa menjadi contoh bagi anak-anak,” tegas Aminah.
Praktik Nyata Parenting Islami
Konsep keteladanan tersebut sangat sejalan dengan prinsip parenting islami yang mengutamakan kelembutan.
Pendekatan penuh amarah sering kali malah menjauhkan anak dari nilai-nilai kebaikan. Sebaliknya, komunikasi yang penuh kasih sayang pasti akan menumbuhkan karakter dasar yang jauh lebih kuat.
Ia lantas menjabarkan beberapa elemen penting lainnya dalam mendidik buah hati. “Jadi keteladanan, kemudian komunikasi penuh kasih sayang, kemudian penanaman karakter dasar.
Kemudian komitmen kita sebagai orang tua adalah antara ucapan dan perbuatan ini hendaknya menjadi hal yang perlu,” ungkapnya.
Menciptakan Ruang Aman dan Apresiasi
Selain memberikan contoh perbuatan yang baik, anak juga sangat membutuhkan ruang aman untuk berekspresi. Orang tua sebaiknya tidak pernah pelit dalam memberikan pujian yang tulus. Pasalnya, validasi sekecil apa pun terbukti sangat berarti bagi proses perkembangan mental mereka.
“Kemudian berikan ucapan atau apresiasi setiap usaha kecil anak atau kebaikan dari anak-anak kita. Kemudian ciptakan rasa aman kepada anak-anak kita,” pesannya saat merinci langkah nyata tersebut.
Pada akhirnya, harapan besar bangsa ini tentu tertuju sepenuhnya pada para generasi muda. Anak yang selalu tumbuh dalam lingkungan positif pasti akan memancarkan energi kebaikan. Mereka kelak juga mampu membawa pengaruh positif bagi teman-temannya.
“Ke depannya, anak-anak harus tetap menjadi anak yang cerdas, menjadi anak-anak yang rajin belajar, kemudian tetap bisa menjadi teladan, berakhlak mulia, sehingga anak-anak menjadi juga teladan bagi teman-teman yang lainnya, menjadi anak yang saleh-salihah,” tutup Aminah mengakhiri wawancara.