Ribuan Pendekar Padati Semarang, Kapolri Terima Gelar Kehormatan di Muktamar Tapak Suci 2026
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Kawasan Simpang Lima Semarang berubah menjadi lautan merah pesilat pada Sabtu (8/8/2026). Ribuan pesilat Tapak Suci Putera Muhammadiyah memadati lapangan bersejarah tersebut.
Mereka berkumpul untuk menghadiri pembukaan Muktamar Tapak Suci 2026 yang berlangsung sangat meriah. Agenda akbar ini menandai babak baru bagi pencak silat Muhammadiyah. Organisasi ini bertekad tampil lebih modern, mandiri, dan mendunia.
Penganugerahan Gelar Tokoh Nasional
Pembukaan Muktamar Tapak Suci 2026 menyajikan momen istimewa. Panitia memberikan Gelar Anggota Kehormatan Tapak Suci kepada Kapolri dan Wali Kota Semarang. Kedua tokoh ini memiliki kontribusi nyata. Mereka selalu mendukung eksistensi dan perkembangan Tapak Suci. Selain itu, mereka terus mendorong prestasi pencak silat nasional hingga kancah internasional.
Selain kedua tokoh tersebut, organisasi ini juga mengapresiasi tokoh persyarikatan. Tapak Suci menganugerahkan Gelar Pendekar Kehormatan kepada 20 warga Muhammadiyah. Tokoh-tokoh ini memberikan dedikasi tinggi bagi kemajuan organisasi. Ketua Umum Pimpinan Pusat Tapak Suci, Afnan Hadikusumo, memimpin langsung prosesi sakral ini.
“Dengan mengucapkan bismillah, saya melantik saudara-saudara sebagai Pendekar Kehormatan Tapak Suci,” ucap Afnan.
Para penerima gelar kehormatan ini berasal dari berbagai latar belakang. Rektor perguruan tinggi, pimpinan persyarikatan, pejabat pemerintahan, hingga anggota DPR RI turut hadir menerima apresiasi.
Sejumlah tokoh akademisi masuk dalam daftar penerima. Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Prof. Dr. Achmad Nurmandi dan Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta Prof. Dr. Harun Joko Prayitno menerima gelar ini. Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang Prof. Dr. H. Masrukhi serta Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto Prof. Dr. Jebul Suroso juga mendapatkan apresiasi serupa. Dari kalangan legislatif, tampil H. Muhammad Syauqi, Drs. H. Juliyatmono, dan Aziz Subekti.
Pesan Kebangsaan Haedar Nashir
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. KH. Haedar Nashir, menyampaikan pesan krusial. Ia mengingatkan seluruh kader pencak silat Muhammadiyah agar terus menjaga akar tradisi. Modernisasi organisasi tidak boleh menghilangkan jati diri perguruan.
Menurut Haedar, kekuatan utama Tapak Suci berakar pada perpaduan tradisi kependekaran dan tata kelola modern. Tapak Suci harus membangun manajemen yang profesional dan adaptif. Mereka wajib memanfaatkan perkembangan teknologi berbasis digital. Ketiga elemen ini menjadi modal utama menembus panggung dunia.
Haedar juga memberikan arahan khusus bagi peserta permusyawaratan tertinggi ini. Ia berharap forum ini tidak hanya berfokus pada pergantian pemimpin. Muktamar harus melahirkan keputusan strategis. Hasil akhirnya wajib memberi manfaat nyata bagi umat, bangsa, dan negara.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turut menyambut antusias perhelatan ini. Ia merasa bangga Jawa Tengah menjadi tuan rumah ajang prestisius tersebut. Acara ini melibatkan peserta dari seluruh wilayah Indonesia serta perwakilan lima negara asing.
“Saya atas nama Pemprov Jateng merasa bangga,” tutur Luthfi.
Ia menyebut kawasan Simpang Lima Semarang sebagai pusat denyut nadi Nusantara. Luthfi juga memandang silat bukan sekadar cabang olahraga. Silat merupakan warisan budaya sekaligus sarana penyatu karakter bangsa.
Atraksi Internasional dan Agenda Strategis

Kemeriahan acara berlanjut seusai prosesi penganugerahan. Para pendekar dari mancanegara menampilkan atraksi memukau. Arthur Brenkman dari Belanda serta pendekar Aljazair, Beloued Hadil dan Sekfane Lahcene, tampil gemilang. Sanzhar Tuyakbayev dari Kazakhstan dan Shuaibu Sadiya Adam dari Nigeria juga unjuk kebolehan. Ribuan pesilat langsung memberikan tepuk tangan meriah.
Setelah seremoni di Simpang Lima usai, para peserta berpindah lokasi. Gedung Serba Guna Universitas Muhammadiyah Semarang menjadi pusat persidangan berikutnya. Para delegasi akan membahas berbagai agenda strategis organisasi. Mereka juga akan menyusun perubahan AD/ART.
Agenda puncak mencakup pemilihan formatur dan pimpinan baru periode 2026–2031. Keputusan delegasi ini sangat krusial. Mereka akan menentukan arah perjalanan Tapak Suci selama lima tahun ke depan.
Penutup rangkaian Muktamar Tapak Suci 2026 ini menyimpan harapan besar. Organisasi pencak silat Muhammadiyah ini harus terus menjaga tradisi. Namun, mereka juga wajib mengambil langkah berani menjadi perguruan yang modern, mandiri, dan berkelas dunia.