Pendaftaran Beasiswa Al-Azhar Muhammadiyah 2026 Resmi Dibuka, Simak Jadwal Seleksi Online-nya
JAKARTA, muhammadiyahsemarangkota.org – Tim Beasiswa Luar Negeri PP Muhammadiyah secara resmi membuka tahapan seleksi beasiswa Universitas Al-Azhar Kairo tahun 2026. Langkah ini bertujuan untuk memastikan akses pendidikan yang inklusif bagi seluruh kader Persyarikatan di berbagai wilayah Indonesia. Program angkatan ketiga ini merupakan hasil nyata dari kunjungan Grand Syaikh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmad At-Tayyib, ke kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah pada Juli 2024 lalu.
Melalui pertemuan bersejarah tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk memberikan kuota khusus bagi kader Muhammadiyah, termasuk mereka yang berada di pelosok negeri. Oleh karena itu, PP Muhammadiyah menggandeng PCIM Mesir untuk mengelola jalur pendaftaran ini. Saat ini, program tersebut fokus mencari calon mahasiswa untuk bidang studi Adaby atau keagamaan pada jenjang sarjana (S1).
Kuota Terbatas dan Komitmen Pengabdian
Meskipun peluang kuliah di Mesir terbuka lebar, para peserta harus bersaing ketat. Pasalnya, panitia hanya menyediakan 20 kuota beasiswa bagi kader terbaik dari seluruh Indonesia. Selain aspek akademik, program ini juga menekankan pada tanggung jawab moral peserta setelah lulus nanti.
Pihak panitia menegaskan bahwa penerima beasiswa wajib kembali ke tanah air untuk berkhidmat. “Peserta harus bersedia mengabdi di Pondok Pesantren Muhammadiyah setelah lulus. Durasi dan tempat pengabdian akan menjadi keputusan Tim Beasiswa Luar Negeri PP Muhammadiyah,” tulis dokumen resmi pendaftaran tersebut.
Sistem Seleksi Beasiswa Al-Azhar Secara Daring
Seluruh rangkaian seleksi tahun ini akan berlangsung sepenuhnya secara daring atau online. Hal ini tentu memudahkan kader dari luar Pulau Jawa untuk ikut berpartisipasi. Selain itu, panitia memastikan bahwa proses pendaftaran ini tidak memungut biaya apa pun alias gratis.
Namun demikian, peserta yang lolos seleksi tetap memiliki tanggung jawab finansial mandiri untuk urusan keberangkatan.
“Penerima beasiswa wajib menanggung biaya pemberkasan secara mandiri. Biaya tersebut mencakup proses penerjemahan ijazah serta legalisasi dokumen-dokumen penting lainnya,” jelas pengumuman tersebut.
Tahapan dan Persyaratan Akademik
Selanjutnya, calon pelamar harus memenuhi standar akademik yang cukup tinggi untuk bisa lolos. Syarat utamanya adalah memiliki ijazah lulusan tahun 2024 hingga 2026 dengan nilai rata-rata minimal 80. Di samping itu, penguasaan bahasa Arab dan hafalan Al-Qur’an menjadi poin penilaian yang sangat menentukan.
Materi ujian tulis sendiri meliputi Bahasa Arab (Nahwu, Shorf, dan Balaghah), dasar-dasar agama Islam, serta ideologi Kemuhammadiyahan. Kemudian, pada tahap wawancara, tim penguji akan mengetes hafalan minimal 2 juz, kemampuan bercakap bahasa Arab (muhadatsah), serta keterampilan membaca kitab kuning.
Baca Selengpanya di sini :