Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Persatuan Umat: NU, Muhammadiyah, Salafi, DDI, dan HTI Bersatu Urus Masjid Semarang

15 Agustus 2026, 16:06 WIB • 3 menit baca
Sekelompok tokoh agama dan masyarakat lintas ormas Islam dari NU, Muhammadiyah, Salafi, DDI, dan HTI duduk melingkar dengan senyum hangat, menunjukkan wujud nyata ukhuwah Islamiyah di Semarang.
Pemandangan sejuk persaudaraan ketika tokoh-tokoh dari NU, Muhammadiyah, Salafi, DDI, hingga HTI berkumpul dalam suasana hangat dan kekeluargaan di kediaman H. Ahmad Azhar Combo, Semarang, untuk mengukuhkan pengurus Yayasan Ukhuwah Islamiyah El Azhariyah.

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Tokoh-tokoh lintas organisasi Islam mengesampingkan ego demi satu tujuan mulia di Semarang. Perwakilan NU, Muhammadiyah, Salafi, DDI, hingga HTI saling merangkul untuk mewujudkan ukhuwah Islamiyah dalam mengurus rumah ibadah. Langkah konkret ini membuktikan ikatan persaudaraan jauh lebih kuat daripada sekat-sekat mazhab.

Momen bersejarah penyatuan hati ini berlangsung hangat pada Jumat (14/8/2026) malam. Berbagai perwakilan elemen masyarakat berkumpul di kediaman tokoh masyarakat H. Ahmad Azhar Combo. Agenda utamanya adalah menghadiri pengukuhan pengurus Yayasan Ukhuwah Islamiyah El Azhariyah. Acara tersebut berjalan sederhana namun sarat makna persatuan umat.

Masyarakat kini bisa melihat langsung wujud nyata toleransi antar ormas Islam. Hadir pula tokoh pemerintahan seperti Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminudin dan mantan Wakil Wali Kota Mahfud Ali. Kalangan purnawirawan seperti Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. dan mantan Kopassus Suko Basuki juga tampak hadir. Mereka duduk berdampingan menata tata kelola masjid bersama barisan ulama.

Merajut Harmoni Lintas Pemahaman dan Mazhab

Menjalankan tanggung jawab merangkul formasi pengurus majemuk tentu membutuhkan komitmen kuat. Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, Dr. H. AM Jumai, S.E., M.M., menyadari sepenuhnya tantangan ini saat menerima mandat sebagai Ketua Yayasan. Ia memastikan susunan kepengurusannya akan selalu menempatkan kemaslahatan umat di atas kepentingan golongan.

“Amanah kepemimpinan ini harus dijalankan dengan ikhlas dan sabar. Yayasan harus menjadi arena dakwah persatuan umat, meningkatkan iman dan takwa, serta memberikan kemanfaatan nyata bagi masyarakat,” tegas Dr. H. AM Jumai di hadapan para pengurus baru.

Sejalan dengan visi tersebut, sang tuan rumah juga menitipkan harapan besar. H. Ahmad Azhar Combo meminta seluruh pengurus memurnikan tujuan agar masjid terhindar dari konflik internal. Ia sangat berharap yayasan ini fokus melayani jamaah dengan sepenuh hati.

“Yayasan dan masjid ini harus menjadi ruang untuk meramu kekuatan ukhuwah umat Islam. Kita harus bergerak dalam gerakan dakwah yang ikhlas dan semata-mata mengharap rida Allah SWT,” pesan H. Ahmad Azhar Combo dengan nada haru.

Kunci Kenyamanan di Masjid El Azhar Semarang

Beralih ke ranah operasional Masjid El Azhar Semarang, jajaran ketakmiran langsung bersiap merawat persatuan umat. Ketua Takmir Abdullah Guntur Susilo memimpin barisan dengan visi pelayanan inklusif. Ia meyakini kekompakan lintas mazhab menjadi kunci utama kesuksesan pengelolaan masjid.

“Saya berkomitmen mengonsolidasikan seluruh tugas ketakmiran mulai malam ini. Tujuannya agar setiap jamaah merasa aman, nyaman, dan terlayani dengan baik tanpa memandang latar belakang ormasnya,” jelas Abdullah Guntur Susilo menyemangati timnya.

Pengurus masjid sebenarnya telah merintis iklim ibadah kondusif ini sejak tahun 2022. Mereka secara konsisten mengadakan kajian kitab bakda Magrib hingga majelis ilmu Ahad pagi. Semua kalangan bebas mengikuti kegiatan tersebut tanpa ada pembatasan.

Menariknya lagi, mimbar khutbah Jumat selalu menghadirkan khatib dari berbagai latar belakang keilmuan. Keragaman corak pemikiran ini terbukti efektif memperluas wawasan jamaah. Strategi saling silang pandangan ini perlahan memperkokoh fondasi persaudaraan jamaah secara natural.

Mewariskan Pesan Kerukunan Umat Beragama

Di tengah pesatnya arus informasi yang rawan memicu perpecahan, petuah sesepuh menjadi penyeimbang batin. Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang Dr. KH. Fachrur Rozi, M.Ag. dan Ust. Haris Budiyatna turut memberikan sentuhan nasihat. Mereka mengingatkan pentingnya setiap pengurus menabung amal jariah melalui kerukunan umat.

“Kita semua harus menanam nama baik, bukan nama jelek. Cara ini akan meninggalkan jejak kebaikan di tengah masyarakat dan menjadi amal bernilai di sisi Allah SWT,” ingat Dr. KH. Fachrur Rozi, M.Ag. kepada hadirin.

Menyerap deretan pesan moral tersebut, pengurus baru bersiap menyusun program kerja matang. Mereka merencanakan studi banding ke sejumlah masjid percontohan di Surabaya atau Yogyakarta. Kini, Yayasan Ukhuwah Islamiyah El Azhariyah menjelma menjadi bukti hidup dari kota Semarang. Merawat kerukunan umat beragama bukan lagi sekadar angan, melainkan sebuah kenyataan yang indah.

Kontributor: MPI PDM Kota Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: