Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Rasionalitas Al-Qur’an adalah Mukjizat Terbesar, Relevan di Era Modern

14 September 2025, 16:02 WIB 2 menit baca
Rasionalitas Al-Qur’an adalah Mukjizat Terbesar, Relevan di Era Modern

TEMBALANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Al-Qur’an merupakan mukjizat yang bersifat rasional dan logis, yang kekuatannya justru semakin terbukti relevan di zaman modern, berbeda dengan mukjizat para nabi terdahulu.

Mukjizat fisik seperti terbelahnya lautan oleh Nabi Musa atau terpancarnya air dari batu oleh Nabi Isa, sering kali terlihat tidak rasional jika dipandang dari sudut pandang nalar masa kini, kata Ustadz DR. KH. Haerudin, MT. Namun, mukjizat Nabi Muhammad SAW yang berupa Al-Qur’an memiliki karakter berbeda secara fundamental, ujarnya dalam ceramah pada kajian pimpinan gabungan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Srondol Wetan di Cafe 91, Bulusan, Tembalang, Sabtu (13/9/2025).

“Mukjizat Rasul itu beda dengan yang lain. Mukjizat seperti Al-Qur’an itu bahkan sampai sekarang sangat rasional dan isinya pun tidak ada yang meragukannya,” ujar Ustadz Haerudin.

Ia menambahkan bahwa bukti terbesar rasionalitas tersebut adalah kemurnian isi Al-Qur’an yang tidak pernah berubah selama 1.400 tahun dan manfaatnya yang terus dirasakan umat hingga akhir zaman.

Bahkan menurutnya, satu ayat Al-Qur’an saja memiliki kekuatan untuk memperbaiki dan menyelesaikan masalah umat.

Kajian Kolaborasi PRM dan PRA Srondol Wetan

Ustadz Haerudin menyambut baik forum pembahasan keislaman yang mendalam seperti yang dilakukan PRM dan PRA Srondol Wetan ini. Hal ini dinilainya memiliki dampak penyebaran ilmu yang efektif.

“Ketika semua orang yang hadir itu mendengarkan, maka pasti ada beberapa pelajaran yang mereka ambil, dan itu bisa mereka salurkan kembali kepada yang lain,” jelasnya, menekankan manfaat langsung yang bisa dirasakan oleh masyarakat luas.

Kajian ini sendiri merupakan acara perdana yang menjadi penanda kolaborasi resmi antara PRM dan PRA Srondol Wetan. Forum yang dihadiri sekitar 30 pimpinan Muhammadiyah ini direncanakan akan menjadi agenda rutin setiap tiga bulan sekali untuk memperkuat sinergi dan pemahaman keilmuan para pimpinan di tingkat ranting.

Ketua PRM Srondol Wetan, Sunandar Setiawan, mengonfirmasi bahwa kegiatan ini adalah kolaborasi formal yang pertama. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa semangat kajian telah lama ada. “Ini perdana kolaborasi PRM dan PRA. Tapi sesungguhnya PRM itu sudah setiap minggu (mengadakan) kajian di gedung Muhammadiyah Srondol Wetan,” jelasnya.

Terlaksananya kajian ini disambut gembira oleh pihak PRA Srondol Wetan. “Kami bergembira sekali karena kajian ini sangat bermanfaat dan penuh dengan materi kekinian,” ujar Heti Hidayati, salah seorang perwakilan PRA.

Ia berharap program triwulanan ini bisa berjalan secara istiqomah dan bahkan lebih ramai ke depannya, melengkapi kajian rutin bulanan yang sudah ada di PRA.

Kontributor: alam
Editor: m riyo zakariya
Bagikan: