Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Seni Menata Hati: Cara RS Roemani Semarang Jaga Mental Karyawan

15 Januari 2026, 12:48 WIB • 3 menit baca
Ustadz Amiril sedang memberikan materi pembinaan rohani karyawan di RS Roemani Muhammadiyah Semarang untuk menjaga kesehatan mental di tempat kerja.
Ustadz Amiril, Pembina Rohani RS Roemani Muhammadiyah Semarang, saat memaparkan materi pentingnya menjaga kesehatan mental di tempat kerja melalui etos kerja Islami.

SEMARANG SELATAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Pada hari Ahad (11/01/26), suasana aula rumah sakit mendadak syahdu. Ratusan staf dari berbagai divisi berkumpul untuk menyelaraskan niat. Mereka tidak lagi membahas diagnosa medis, melainkan membedah cara mengelola jiwa agar tetap prima saat melayani sesama.

Melalui program pembinaan rohani karyawan, RS Roemani Muhammadiyah Semarang sukses mengintegrasikan aspek spiritual guna menjaga stabilitas kesehatan mental di tempat kerja. Langkah ini menjadi oase segar di tengah tingginya tekanan profesi medis yang sering kali memicu kelelahan batin.

Pondasi Spiritual di Dunia Medis

Hadir sebagai motor penggerak, Ustadz Amiril selaku pembina rohani rumah sakit, memberikan tausiyah yang menyentuh esensi pekerjaan. Beliau menegaskan bahwa kesehatan mental di tempat kerja sangat bergantung pada kualitas hubungan seseorang dengan Sang Pencipta.

Ustadz Amiril mengajak para karyawan untuk mengadopsi motivasi kerja Islami dalam setiap helaan napas profesi mereka. Menurutnya, ketika seseorang bekerja demi mencari rida Allah, maka beban seberat apa pun akan terasa lebih ringan.

“Siapa yang memperbaiki hubungannya dengan Allah, maka Allah akan memperbaiki urusannya dengan manusia,” ungkap Ustadz Amiril. Ia menambahkan, “Hati yang tertata adalah kunci utama menjaga kesehatan mental di tempat kerja. Hal ini membuat kita mampu memberikan pelayanan kesehatan humanis secara maksimal.”

Ia juga menekankan bahwa lingkungan rumah sakit merupakan tempat yang penuh dengan ujian kesabaran. Oleh karena itu, kekuatan batin harus menjadi prioritas setiap staf agar tetap stabil.

“Ingatlah bahwa setiap tindakan kita adalah bentuk pengabdian yang mulia. Jika kita menghadirkan kasih sayang, maka stres akan berganti menjadi ketenangan jiwa,” jelas Ustadz Amiril lebih lanjut.

Budaya Kerja yang Memanusiakan

Selain itu, RS Roemani Muhammadiyah Semarang terus mendorong penerapan etos kerja Islami sebagai identitas lembaga. Pihak manajemen menyadari bahwa menjaga mental staf sama pentingnya dengan menjaga kualitas alat medis. Oleh sebab itu, pembinaan ini rutin berlangsung demi mencegah munculnya burnout atau stres berlebih.

Selanjutnya, suasana diskusi mengalir dengan sangat dinamis namun tetap khidmat. Para perawat dan dokter tampak serius menyimak setiap pesan. Ustadz Amiril pun memberikan pesan penutup untuk memperkuat mental para pejuang kesehatan tersebut.

“Jangan biarkan lelah menghapus keikhlasan Anda. Jadikan senyum pasien sebagai bahan bakar semangat. Pelayanan yang tulus adalah obat mujarab bagi kesehatan mental kita sendiri,” pesannya dengan penuh empati.

Menjemput Keberkahan dalam Pelayanan

Hasil dari keseimbangan spiritual ini tentu bermuara pada kualitas layanan. Karyawan dengan kondisi mental stabil cenderung lebih empati saat menghadapi keluhan pasien. Akhirnya, budaya peduli ini menciptakan lingkungan kerja yang suportif di salah satu rumah sakit Semarang yang paling tepercaya ini.

Sebagai refleksi, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa bekerja adalah bagian dari perjalanan iman. Dengan menjaga kesehatan mental di tempat kerja melalui jalur langit, RS Roemani memastikan setiap lelah stafnya berubah menjadi pahala yang berlimpah.

Baca juga :

Menjaga Shalat di Tengah Kesibukan, Rahasia Rezeki Berkah dan Hati Tenang

Misi Kemanusiaan: RS Roemani Semarang Perkuat Bantuan Bencana Sumatera

Kontributor: Humas Masjid At Taqwa PDM Kota Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: