Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Manajemen Masjid Modern: Taktik Jitu Mengubah Masjid Jadi Rumah Kedua

19 Juli 2026, 18:29 WIB • 3 menit baca
Momen serah terima dokumen pelantikan pengurus Takmir Masjid At Taqwa Petompon oleh Ketua LPCR PCM Gajahmungkur kepada Prof Rozihan sebagai langkah awal penerapan manajemen masjid modern.
Ketua LPCR PCM Gajahmungkur, Prof. Dr. Sarwi, M.Si. (kiri), menyerahkan dokumen Surat Keputusan (SK) pelantikan kepada Ketua Takmir Masjid At-Taqwa Petompon periode 2026-2031, Prof. Dr. Drs. H. Rozihan, S.H., M.Ag. (kanan), diiringi antusiasme dan tepuk tangan jajaran pengurus baru, Minggu (19/7/2026).

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Penerapan manajemen masjid modern kini tak sekadar soal membenahi fisik bangunan. Para pengurus dituntut memiliki data presisi demi mengatasi kesulitan warga sekitar. Melalui inovasi ini, rumah ibadah perlahan berubah menjadi rumah kedua yang sesungguhnya bagi umat.

Semangat perubahan ini terlihat jelas pada pengajian Ahad pagi di Masjid At-Taqwa Petompon, Semarang, pada tanggal 19 Juli 2026. Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut sekaligus menjadi momen krusial pelantikan pengurus takmir periode 2026-2031. Prof. Dr. Sarwi, M.Si., selaku Ketua Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting Pimpinan Cabang Muhammadiyah (LPCR PCM) Gajahmungkur, secara resmi melantik jajaran pengurus baru tersebut. 

Usai prosesi pelantikan, Prof Sarwi langsung memberikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran takmir terpilih. Ia turut memotivasi para pengurus agar terus menghidupkan salah satu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) tersebut. “Selamat atas pelantikan takmir Masjid At-Taqwa Petompon, mari kita berorganisasi dengan ikhlas, bergembira, dan berkemajuan,” pesannya dengan penuh semangat.

Mengukur Umat Lewat Data Jamaah Masjid

Sementara itu, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Semarang, KH Ir Ahmad Fuad, turut hadir membawa gagasan baru. Ia menekankan pentingnya membangun sebuah sistem pangkalan data yang sangat akurat. Data tersebut mencakup aspek keaktifan warga, kelancaran baca tulis Al-Qur’an, hingga profil ekonomi dan pendidikan mereka.

Bahkan, kondisi kesehatan jamaah juga wajib masuk dalam buku catatan pengurus masjid. Melalui pencatatan riil data jamaah masjid ini, pengurus dapat menyusun program sosial yang tepat sasaran. Dengan demikian, mereka bisa membaca denyut penderitaan warga tanpa perlu menunggu munculnya keluhan.

Sarapan Subuh Demi Kesejahteraan Jamaah

Prof. Dr. Drs. H. Rozihan, S.H., M.Ag., ketua takmir baru yang dilantik, langsung merespons visi progresif tersebut. Ia membagikan pengalamannya saat melihat masjid lain yang sukses memikat banyak warga. “Pagi tadi saya salat Subuh di Masjid Ukhuwah, itu jamaahnya seperti jamaah salat Jumat, penuh,” ungkapnya di hadapan hadirin. 

Selanjutnya, ia menyoroti kegiatan makan bersama yang sukses menarik perhatian warga tersebut. Karena itu, ia berencana menerapkan strategi kesejahteraan jamaah serupa di lingkungan Petompon. “Kita setiap Ahad ada kajian, kemudian nanti dilanjutkan dengan sarapan bersama, kita evaluasi nanti kira-kira bagaimana respons jamaah kita,” jelas Prof Rozihan.

Pusat Peradaban yang Memanusiakan Manusia

Transformasi ini tentu mengubah paradigma lama yang membatasi fungsi sebuah tempat suci. Sang guru besar menegaskan bahwa ruang ibadah harus menjadi wadah yang inklusif. “Bapak dan Ibu, bagaimana masjid ini menjadi pusat kebudayaan, bukan hanya semata-mata sebagai tempat ibadah?” tanyanya kepada audiens.

Selain itu, ia juga mencontohkan keluwesan budaya seperti menyanyikan lagu Indonesia Raya saat acara pelantikan. Menurutnya, langkah inovatif ini tidak melanggar aturan, melainkan menegaskan identitas mereka sebagai masjid yang berkemajuan. Oleh karena itu, pendekatan memanusiakan jamaah inilah yang kini menjadi fondasi utama bagi para pengurus baru.

Pada akhirnya, keberhasilan manajemen masjid modern membuktikan tingginya kepedulian agama terhadap urusan sosial masyarakat. Sinergi antara panduan Dewan Masjid Indonesia dan pengolahan data jamaah masjid mampu menciptakan kesejahteraan jamaah secara nyata. Tempat suci ini pun kini berdiri tegak sebagai pelindung umat, melampaui batas-batas rutinitas ibadah yang kaku.

Kontributor: Humas Masjid At Taqwa Petompon
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: