Mengenang Tokoh Muhammadiyah Semarang Drs Sutarto MM
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Langit duka menyelimuti dunia pendidikan dan keluarga besar persyarikatan. Tokoh Muhammadiyah Semarang, Drs. Sutarto, M.M., yang menjabat sebagai Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, telah berpulang ke Rahmatullah pada Rabu (24/6/2026) pukul 15.15 WIB di RS Roemani Muhammadiyah.
Wafat pada usia 64 tahun, keluarga menyemayamkan jenazah almarhum di rumah duka Jalan Watulawang Timur III No.06, Gajahmungkur, dan memakamkannya di Pemakaman Husnul Khotimah Gunungpati pada Kamis (25/6/2026) pukul 09.00 WIB.
Muh Halim Zaqiyuddin, staf almarhum di Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, menulis catatan obituari berikut untuk mengenang dedikasi, keikhlasan, dan kiprah panjang almarhum dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah.
Berikut tulisannya:
Drs. Sutarto, M.M, Jejak Pengabdian Sang Pendidik Muhammadiyah yang Tulus dan Amanah
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Dunia pendidikan Kota Semarang, khususnya keluarga besar Muhammadiyah, kehilangan salah satu tokoh terbaiknya. Tokoh Muhammadiyah Semarang, tepatnya, Drs. Sutarto, M.M., sosok pendidik, birokrat, sekaligus penggerak pendidikan Muhammadiyah yang mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk kemajuan pendidikan, wafat pada usia 64 tahun.
Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, rekan kerja, serta seluruh insan pendidikan yang pernah merasakan sentuhan ketulusan dan kebijaksanaan beliau. Meskipun demikian, jejak pengabdian dan keteladanan dari beliau akan tetap hidup dalam ingatan banyak orang.
Mengabdi untuk Pendidikan dan Muhammadiyah
Banyak orang mengenal luas Drs. Sutarto, M.M. sebagai tokoh pendidikan yang memiliki komitmen tinggi terhadap kemajuan generasi bangsa. Pada awal mula perjalanan kariernya di pemerintahan, beliau pernah mengemban amanah sebagai Kepala Bidang SMP pada Dinas Pendidikan Kota Semarang.
Selain itu, pemerintah dan masyarakat juga memercayai beliau menjadi anggota Dewan Pendidikan Kota Semarang. Tentu saja, posisi strategis ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat dan pemerintah terhadap kapasitas serta integritas beliau.
Pengalaman panjang di dunia pendidikan menjadikan beliau sosok yang memiliki pemahaman mendalam mengenai pengelolaan sekolah, peningkatan mutu pendidikan, serta pembinaan tenaga pendidik. Sebagai hasilnya, berbagai gagasan dan kontribusinya telah memberikan warna bagi perkembangan pendidikan di Kota Semarang.
Di lingkungan Muhammadiyah, pengabdian beliau juga tidak kalah besar. Sejak periode 46 hingga 48 Pimpinan Daerah Muhammadiyah (2010–2026), persyarikatan memberi amanah kepada beliau memimpin Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) PDM Kota Semarang. Selama waktu tersebut, atau lebih dari satu dekade, beliau mengawal perkembangan sekolah-sekolah Muhammadiyah, membina para kepala sekolah dan guru, serta mendorong peningkatan kualitas pendidikan yang berkemajuan.
Tak hanya itu tokoh Muhammadiyah Semarang ini juga aktif sebagai anggota pleno Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gajahmungkur. Hal ini menegaskan dedikasi beliau yang tidak pernah berhenti untuk persyarikatan yang mencintainya.
Sosok yang Lembut dan Menyejukkan
Bagi siapa pun yang mengenal beliau, Drs. Sutarto, M.M. bukan hanya seorang pemimpin organisasi atau pejabat pendidikan. Lebih dari itu, beliau adalah pribadi yang hangat, ramah, dan penuh ketulusan.
Tuturnya lembut, kata-katanya santun, serta mampu memberikan nasihat tanpa melukai hati orang lain. Buktinya, dalam setiap pertemuan, beliau selalu menghadirkan suasana yang nyaman dan menyejukkan. Sikap rendah hatinya ini membuat banyak kalangan menghormati sekaligus mencintai beliau.
Akhlakul karimah dari beliau bukan sekadar dalam ucapan, melainkan juga tercermin dalam tindakan sehari-hari. Kolega mengenal beliau sebagai pribadi yang amanah, jujur, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap setiap tugas yang beliau emban.
Tidak heran jika banyak rekan dan sahabat merasa sangat mudah berdiskusi dengan beliau. Sebab, beliau selalu terbuka menerima masukan, serta terus mengutamakan kepentingan umat dan pendidikan di atas kepentingan pribadi.
Memori Indah Bersama Sang Guru Kehidupan
Bagi para kolega dan kader Muhammadiyah, kebersamaan dengan Drs. Sutarto, M.M. meninggalkan kenangan yang begitu berharga. Khususnya, senyum ramahnya, sapaan hangatnya, serta ketulusannya dalam membantu siapa saja menjadi memori yang sulit terlupakan.
Terlebih lagi, beliau tidak pernah segan memberikan arahan kepada generasi muda. Berbekal pengalaman yang luas, beliau membimbing banyak orang untuk terus belajar, bekerja dengan ikhlas, dan menjaga amanah.
Oleh karenanya, setiap pertemuan dengan beliau selalu menghadirkan pelajaran berharga. Kesederhanaannya mengajarkan bahwa jabatan bukanlah tujuan, melainkan sarana untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.
Kehadiran beliau menjadi teladan bahwa kepemimpinan sejati lahir dari ketulusan, bukan dari kekuasaan. Akhlak yang baik dan pengabdian yang nyatalah yang membuahkan penghormatan sesungguhnya.
Warisan yang Akan Terus Hidup
Wafatnya Drs. Sutarto, M.M. memang menjadi kehilangan besar bagi Muhammadiyah dan dunia pendidikan Kota Semarang. Akan tetapi, nilai-nilai dari beliau akan terus hidup melalui sekolah-sekolah Muhammadiyah yang berkembang, para guru yang pernah mendapat bimbingan beliau, serta generasi penerus yang meneladani langkahnya.
Beliau telah menunaikan tugas pengabdiannya dengan penuh keikhlasan. Kini, amal jariah dari ilmu, bimbingan, dan dedikasi beliau menjadi warisan berharga yang pahalanya akan terus mengalir.
Selamat jalan, Bapak Drs. Sutarto, M.M.
Terima kasih atas pengabdian, keteladanan, dan cinta yang telah Bapak berikan untuk pendidikan dan Muhammadiyah. Semoga kelak Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkan almarhum Drs. Sutarto, M.M., tokoh Muhammadiyah Semarang pada, tempat terbaik di sisi-Nya.