Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Buka Jalan Karir Global, Mahasiswa Unimus Kuasai Ilmu Perawatan Luka Modern

29 September 2026, 16:30 WIB • 2 menit baca
Suasana ruang pelatihan dengan spanduk Pelatihan Perawatan Luka di panggung utama yang dihadiri mahasiswa keperawatan berseragam putih.
Suasana pembukaan Pelatihan Perawatan Luka UNIMUS (Certified Wound Healing Practitioners Program) oleh Prodi S1 Ilmu Keperawatan FIKKES UNIMUS bersama Universal Care Indonesia di Nursing Research Center UNIMUS, Selasa (29/9/2026).

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Dunia keperawatan modern tidak lagi sekadar urusan memberikan obat dan mengganti perban biasa. Seiring melonjaknya kasus penyakit degeneratif seperti diabetes, kebutuhan tenaga medis dengan keahlian wound care atau perawatan luka kompleks makin memuncak di tingkat global.

Merespons tantangan besar tersebut, Program Studi S1 Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (FIKKES) Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) meresmi membuka pelatihan bersertifikasi Certified Wound Healing Practitioners Program pada Selasa (29/9/2026).

Selama empat hari hingga Jumat (2/10/2026), sebanyak 32 mahasiswa pilihan menggembleng diri secara intensif. Mereka membedah teori ilmiah sekaligus mempraktikkan teknik perawatan luka terkini. Langkah strategis ini menjadi jembatan nyata untuk memperkecil jurang antara teori bangku kuliah dan tuntutan keras dunia kerja.

Gandeng Praktisi Senior, Dobrak Batas Luar Negeri

Guna menghadirkan atmosfer kerja yang nyata, UNIMUS menggandeng tim ahli dari Universal Care Indonesia. Kehadiran para praktisi ini membukakan mata para calon perawat bahwa ilmu keperawatan terus berkembang pesat berbasis evidence-based nursing.

Perwakilan tim Universal Care Indonesia, Ns. Lelik Ardiyanto, menegaskan bahwa peluang perawat Indonesia di kancah internasional sebenarnya sangat terbuka lebar. Oleh karena itu, mahasiswa harus berani keluar dari zona nyaman sejak masih duduk di bangku kuliah.

“Kami ingin mahasiswa melihat bahwa kompetensi hari ini membuka ruang pengembangan yang jauh lebih luas. Perawat Indonesia memiliki kesempatan besar untuk belajar, berkembang, dan membawa kemampuannya hingga ke tingkat internasional,” tegas Lelik saat memberikan pembekalan.

Selain itu, Lelik mendorong para peserta untuk aktif membangun jaringan profesional dan meningkatkan keahlian keperawatan sesuai standar global.

Siapkan Lulusan Adaptif yang Dicari Industri Kesehatan

Sementara itu, Ketua Prodi S1 Ilmu Keperawatan FIKKES UNIMUS, Dr. Ns. Machmudah, menilai bahwa perawat masa depan wajib memiliki kemampuan berpikir kritis dan mengambil keputusan klinis yang tepat. Sebab, keselamatan pasien bergantung penuh pada presisi tindakan medis di lapangan.

“Mahasiswa tidak cukup hanya memahami konsep perawatan luka di ruang kelas. Mereka harus memperoleh penguatan keterampilan yang sangat dekat dengan kebutuhan di lahan praktik nyata,” jelas Machmudah di sela-sela kegiatan.

Melalui program khusus ini, UNIMUS membuktikan komitmennya dalam melahirkan lulusan yang adaptif, percaya diri, dan siap bersaing. Pembekalan sertifikasi ini bukan hanya melengkapi portofolio akademik mahasiswa, melainkan melatih mereka menjadi tenaga kesehatan profesional yang dicari oleh rumah sakit nasional maupun mancanegara.

Kontributor: Prima Trisna Aji
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: