Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Ekonomi Syariah Muhammadiyah Menguat: BPRS ASB Bidik Aset Rp1 Triliun!

14 Februari 2026, 14:49 WIB • 3 menit baca
Penyerahan dana dakwah ekonomi syariah Muhammadiyah secara simbolis dalam RUPS BPRS ASB di Semarang.
Sinergi Ekonomi Syariah Muhammadiyah: Penyerahan dana dakwah sebesar Rp348.880.111,- dari laba tahun buku 2025 BPRS ASB kepada persyarikatan dalam acara RUPS di Hotel Grasia, Semarang.

SEMARANG SELATAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Pilar ekonomi syariah Muhammadiyah kini semakin menunjukkan taringnya di kancah nasional. Melalui momentum Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BPRS Artha Surya Barokah (ASB), persyarikatan secara resmi menetapkan target ambisius untuk mencapai aset sebesar Rp1 triliun melalui langkah strategis penguatan modal.

Pertemuan tahunan yang berlangsung di Ballroom Hotel Grasia, Semarang, pada Kamis (12/02/26) ini bukan sekadar seremoni belaka. Oleh karena itu, para pemegang saham dan petinggi persyarikatan berkumpul untuk merancang masa depan perbankan syariah yang lebih kokoh. Tokoh nasional Drs. H. A. Dahlan Rais, M.Hum, bahkan hadir langsung mengawal rapat tersebut sebagai pemegang saham pengendali.

Sinergi Besar Melalui Merger BPRS Muhammadiyah

Langkah paling mencolok dalam rapat ini adalah rencana besar mengenai merger BPRS Muhammadiyah. Dalam hal ini, BPRS ASB akan melakukan penggabungan usaha dengan BPRS Bangun Drajat Warga yang berpusat di Yogyakarta. Strategi ini bertujuan untuk menciptakan entitas keuangan syariah yang lebih besar dan kompetitif di pasar nasional.

Komisaris Utama ASB, Dr. H. Haerudin, MT, menjelaskan bahwa penggabungan ini akan melipatgandakan kekuatan modal perusahaan secara signifikan. Selain itu, modal yang kuat secara otomatis akan memperluas daya jangkau operasional bank di berbagai wilayah.

“Kami sangat optimis menatap masa depan. Sebab, setelah penggabungan ini selesai, aset kita diproyeksikan segera menyentuh angka Rp0,6 triliun. Kami memprediksi target aset Rp1 miliar bisa tercapai dalam lima tahun ke depan,” ujar Haerudin dengan nada optimis.

Dakwah Melalui Kemandirian Ekonomi Syariah

Namun, selain mengejar angka pertumbuhan, ekonomi syariah Muhammadiyah tetap konsisten menekankan aspek keberkahan dan nilai sosial. Direktur Utama BPRS ASB, Retno Dewi Haryani, S.E., melaporkan capaian dana dakwah yang luar biasa pada tahun ini. Perusahaan berhasil mengalokasikan dana sebesar Rp348,8 juta yang diambil dari pembagian laba tahun buku 2025.

“Kami menyerahkan dana ini sepenuhnya untuk mendukung kegiatan dakwah persyarikatan,” ungkap Retno.

Saat ini, pihaknya sedang fokus menuntaskan proses administrasi dengan otoritas terkait untuk meresmikan penggabungan tersebut. Dengan demikian, bank tidak hanya bertumbuh secara finansial, tetapi juga mampu memberikan maslahat yang nyata bagi umat.

Apresiasi untuk Performa Bank Syariah yang Sehat

Ketua PWM Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag, turut memberikan pujian tinggi atas kinerja manajemen. Ia menilai bahwa ASB berhasil menjaga predikat sebagai bank yang “Sangat Sehat” meskipun harus menghadapi tantangan ekonomi global yang dinamis.

“Saya sangat bangga melihat perkembangan ini. Pasalnya, ASB tetap mampu menjaga kesehatan rasio keuangan, terus tumbuh, dan kini menjadi kebanggaan warga Jawa Tengah,” tutur Tafsir.

Pencapaian ini mempertegas bahwa ekonomi syariah Muhammadiyah bukan lagi sekadar wacana teoritis. Singkatnya, melalui RUPS ini, persyarikatan membuktikan bahwa profesionalisme perbankan dapat berjalan beriringan dengan misi kemanusiaan dan kemajuan umat.

Baca juga :

Strategi 3D Muhammadiyah: Cara LP UMKM Semarang Garap Peluang Ekonomi Digital

Setelah Bank Syariah Muhammadiyah Lahir

Kontributor: MPI PDM Kota Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: