Strategi 3D Muhammadiyah: Cara LP UMKM Semarang Garap Peluang Ekonomi Digital
DEPOK, muhammadiyahsemarangkota.org – Tak ingin sekadar jadi penonton, LP UMKM Kota Semarang mulai terapkan Strategi 3D Muhammadiyah untuk membawa pelaku UMKM masuk ke dalam ekosistem Ekonomi Digital yang mandiri. Langkah strategis ini menjadi hasil utama dari Rakernas LP UMKM Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang berlangsung di Depok, 23–25 Januari 2026.
Ketua LPU MKM PDM Kota Semarang, Drs. Fajar Arifin, M.M., memimpin langsung delegasi ini. Ia menegaskan bahwa perubahan zaman menuntut adaptasi cepat. Oleh karena itu, penguatan sektor Ekonomi Digital kini menjadi prioritas utama. Langkah ini bertujuan untuk melindungi sekaligus mengembangkan aset ekonomi umat di Jawa Tengah.
Menyelami Filosofi 3D dalam Bisnis
Awalnya, banyak pihak menganggap bisnis hanya soal jual-beli barang semata. Namun, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., menawarkan perspektif baru melalui Strategi 3D Muhammadiyah: Dakwah, Dagang, dan Development. Ia menekankan bahwa ekonomi merupakan instrumen penting untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang berkemajuan.
Dalam arahan subuhnya, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah ini mengingatkan pentingnya peran pengusaha internal. Ia melihat sinergi antara kepemimpinan dan kekuatan finansial sebagai kunci kemandirian. Baginya, tanpa ekonomi yang kuat, gerakan dakwah akan menghadapi banyak hambatan.
“Jika 3D (Dakwah, Dagang, dan Development) ini dijalankan konsisten, insyaallah akan memberikan dampak positif yang besar bagi Persyarikatan dan umat,” ujar Prof. Mu’ti saat kuliah subuh.
Selain itu, Fajar Arifin menjelaskan bahwa unsur Development dalam strategi tersebut akan berfokus pada digitalisasi. Ia berkomitmen memberikan pendampingan intensif agar para pelaku usaha lebih melek teknologi. Dengan begitu, mereka bisa bersaing di pasar Ekonomi Digital yang sangat dinamis.
Koperasi Syariah Digital Sebagai Motor Penggerak
Selanjutnya, pemerintah melalui Menteri Koperasi, Dr. Ferry Joko Juliantono, turut memberikan dukungan penuh. Ia mendorong Muhammadiyah untuk menghidupkan kembali semangat Ekonomi Kerakyatan melalui institusi modern. Tokoh nasional ini menilai bahwa koperasi harus segera bertransformasi menjadi Koperasi Syariah Digital. Hal ini penting agar koperasi tetap relevan bagi generasi muda.
Dr. Ferry menempatkan koperasi sebagai pilar utama ekonomi nasional, bukan sekadar pelengkap. Ia ingin setiap lini organisasi memiliki kemandirian finansial melalui unit usaha yang terintegrasi. Hal ini juga bertujuan agar modal umat berputar di lingkungan mereka sendiri.
“Mari kita bersatu mewujudkan berdirinya Koperasi Konsumen dan Baitul Tamwil Muhammadiyah (BTM) di setiap lini Muhammadiyah,” ajak Dr. Ferry Joko Juliantono saat memaparkan materi.
Mewujudkan Ekosistem di Kota Semarang
Merespons arahan tersebut, LP UMKM Kota Semarang bergerak cepat. Bersama Sekretaris Bambang Sugiyono, Fajar Arifin mulai memetakan potensi Baitul Tamwil Muhammadiyah (BTM) di wilayahnya. Ia memproyeksikan lembaga keuangan ini sebagai tulang punggung pembiayaan bagi UMKM.
Fajar meyakini bahwa sinergi adalah kunci utama keberhasilan. Melalui Ekonomi Kerakyatan yang terorganisir, ia yakin kesejahteraan umat bukan lagi sekadar impian. Ia bertekad memastikan setiap program kerja memberikan dampak nyata bagi pendapatan pelaku usaha kecil di Semarang.
“Kami siap mengawal pembangunan ekosistem ekonomi mandiri ini. LP UMKM Kota Semarang berkomitmen penuh menjadikan Ekonomi Digital sebagai jalan baru menuju kemandirian ekonomi kita,” tutup Fajar dengan optimis.
Kemandirian ekonomi adalah bentuk dakwah nyata di era modern. Saat teknologi dan syariah bertemu, tercipta sebuah sistem yang memberdayakan secara sosial. Mari bergerak bersama untuk ekonomi umat yang lebih kuat dan mandiri.
Baca juga :
UMKM Binaan Muhammadiyah Raih Omzet Besar di Milad ke-113 di Balai Kota
Laris Manis! Strategi Branding ‘Mentari Ceria’ Bikin Produk UMKM Ludes Diserbu Pembeli
Muhammadiyah Jamin Mutu Produk Lokal: UMKM Dibimbing Bersertifikat Halal dan Kuasai Pasar Digital