Ramadhan Ramah Lingkungan: Rahasia Pahala yang Terus Mengalir
NGALIYAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Menjalankan Ramadhan Ramah Lingkungan ternyata bisa menjadi kunci pahala tanpa putus, sebagaimana pesan mendalam di Masjid At Taqwa malam ini. Suasana syahdu menyelimuti para jamaah shalat Tarawih di Ngaliyan, Wates, pada Jumat malam (27/02/26). Di mimbar, Ustadz Nugroho Eko Atmanto, M.S.I., membawa narasi segar bahwa menjaga bumi merupakan bagian tak terpisahkan dari kesalehan seorang Muslim.
Sosok akademisi ini menegaskan bahwa Islam hadir sebagai Rahmatan lil ‘Alamin. Oleh karena itu, setiap individu memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keseimbangan alam. Menurutnya, kesalehan kita tidak hanya tampak dari dahi yang bersujud, tetapi juga dari tangan yang peduli pada kelestarian lingkungan.
Etika Lingkungan Islam dan Kesahajaan
Dalam tausiyahnya, Ia menyoroti pentingnya Etika Lingkungan Islam yang telah Rasulullah SAW contohkan. Salah satu kisah yang paling membekas adalah teguran Nabi kepada sahabat Sa’ad yang menggunakan air wudhu secara berlebihan.
“Rasulullah melarang pemborosan air meski kita berada di sungai yang mengalir deras. Ini prinsip dasar ekologi: gunakan secukupnya dan jangan berlebihan,” ungkap Ia dengan lugas.
Pesan ini menjadi pengingat bagi jamaah agar tidak terjebak dalam perilaku konsumtif. Apalagi, fenomena sampah makanan Ramadhan sering melonjak drastis akibat nafsu belanja yang tak terkendali saat menjelang berbuka puasa.
Investasi Akhirat Melalui Sedekah Jariyah
Selanjutnya, pemateri mengajak jamaah melakukan investasi jangka panjang melalui sedekah jariyah pohon. Ia mengutip hadits tentang anjuran tetap menanam bibit pohon meskipun kiamat sudah di depan mata. Hal ini menunjukkan bahwa Islam sangat menghargai setiap upaya pelestarian alam.
“Menanam adalah simbol optimisme. Saat kita merawat bumi, kita sebenarnya sedang menjaga amanah langsung dari Sang Pencipta,” jelas Ia dalam kutipan langsungnya. Pahala dari pohon tersebut akan terus mengalir selama makhluk hidup lain mengambil manfaat darinya.
Mewujudkan Ramadhan Berdampak
Sebagai langkah penutup, Ia mengajak jamaah memulai aksi nyata agar Ramadhan Berdampak positif bagi lingkungan sekitar. Mulai dari menghemat air wudhu hingga memastikan tidak ada sebutir nasi pun yang terbuang sia-sia ke tempat sampah.
Dengan menerapkan prinsip Ramadhan Ramah Lingkungan, kita tidak hanya mengejar pahala ritual semata. Kita sedang menjalankan peran sebagai pelindung bumi yang amanah. Semoga setiap langkah kecil kita dalam menjaga alam menjadi saksi kebaikan di hari akhir nanti.
Baca juga :
Hikmah Puasa Ramadan bagi Batin: Saat Allah Menjawab Doa Lewat Perlindungan
Mau Takwa di Bulan Suci? Pahami Dulu Keutamaan Puasa Ramadan yang Luar Biasa