4 Syarat Kemenangan Umat Islam di Era Modern
NGALIYAN, muhammadiyahsemarangkota.org — Kuantitas besar tanpa kualitas akan membuat umat Islam tergilas zaman. Merespons tantangan tersebut, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Ustad Drs. Wahyudi, M.Pd., membeberkan empat syarat kemenangan umat Islam di era modern. Pesan ini terungkap dalam ibadah Tarawih Masjid At Taqwa Ngaliyan, Wates, Semarang, Sabtu (28/2/2026) malam.
Saat ini, umat Islam menghadapi realitas yang cukup ironis. Secara demografis, populasi muslim global memang sangat masif. Namun, dominasi kualitas umat Islam di berbagai sektor strategis belum maksimal.
Tokoh pendidikan ini lantas menyoroti kondisi politik nasional sebagai contoh nyata. “Umat Islam itu kalah dari sisi politik misalnya di Indonesia. Hampir tidak ada partai politik bernapaskan Islam bisa eksis,” tegas Ustad Wahyudi di depan para jemaah.
4 Syarat Kemenangan Umat Islam
Oleh karena itu, Ustad Wahyudi merumuskan empat syarat utama bagi kemenangan umat Islam. Syarat pertama adalah motivasi perjuangan yang berlandaskan keimanan kuat. Selanjutnya, syarat kedua menuntut tingkat kesabaran ekstra layaknya ibadah Sa’i.
Ia lalu mengkritik mentalitas sebagian masyarakat modern yang mudah menyerah. “Ketika kita baru membuka warung, sehari laku tiga, kemudian kita menyerah. Padahal baru tiga laku,” paparnya secara lugas.
Wahyudi kemudian memberikan analogi perjuangan pantang menyerah dari ibadah haji. “Dalam ibadah haji ada istilah Sa’i sampai tujuh kali bolak-balik. Dan sekarang kita mencari air kehidupan, baru tiga kali kemudian menyerah,” tambahnya.
Selain kesabaran, syarat ketiga berfokus pada kekuatan kolaborasi jemaah. akademisi Fakultas Tarbiyah UIN Walisongo ini mendesak umat agar berhenti saling mencari kesalahan antarkelompok. Sikap kolaboratif ini sangat penting demi menjaga kerukunan dan persatuan umat.
“Biasanya kita lebih banyak menyoroti kelompok Islam lain dari sisi negatifnya. Mari kita ubah mindset kita. Insyaallah yang muncul adalah kekompakan dan kesatuan,” ujar Wahyudi penuh harap.
Terakhir, syarat keempat menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan. Semangat dan jumlah besar akan percuma tanpa wawasan yang luas. Sebab, kebodohan hanya akan membuat umat mudah terombang-ambing oleh arus zaman.
Agenda kultum Ramadan 2026 ini memberi pencerahan penting bagi warga Semarang. Momentum tarawih Masjid At Taqwa Ngaliyan terbukti bukan sekadar ibadah rutin semata. Namun, kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk mencetak individu tangguh dan berdaya saing global untuk mencapai kemenangan umat Islam.
Baca juga:
Lebih dari Penahan Lapar! Puasa Sebagai Motor Kebangkitan Ekonomi dan Ilmu
Cara Bangkit dari Kegagalan dalam Islam: Rahasia Sukses dari Al-Insyirah