Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Langkah Baru Dunia Medis Semarang: Menelisik Keunggulan Teknologi Cryosurgery Kanker di Wisuda ke-50 UNIMUS

5 November 2026, 11:38 WIB • 2 menit baca
Suasana khidmat prosesi wisuda ke-50 UNIMUS di Semarang yang menandai pelepasan 1.860 lulusan serta peresmian teknologi cryosurgery kanker
Petugas pembawa bendera dan para wisudawan mengikuti prosesi khidmat dalam acara Wisuda ke-50 Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) di Gedung Serbaguna (GSG) UNIMUS.

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Ribuan toga berayun di bawah sorot lampu gedung yang megah, membawa serta teknologi cryosurgery kanker sebagai babak baru harapan bagi dunia kesehatan lokal.

Prosesi khidmat tersebut berlangsung pada Selasa hingga Rabu, 3–4 November 2026, bertempat di Gedung Serbaguna (GSG) Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS). Sebanyak 1.860 wisudawan dari sembilan fakultas resmi dilepas untuk mengabdi kepada masyarakat.

Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan keluar sebagai penyumbang lulusan terbanyak dengan catatan 961 orang. Angka besar ini menegaskan komitmen kampus dalam mencetak tenaga medis yang tangguh dan siap turun ke lapangan.

Fajar Baru Pengobatan Modern di RS UNIMUS

Momentum pelepasan ribuan nakes tersebut beririsan langsung dengan terobosan besar di sektor layanan kesehatan. Baru-baru ini, rumah sakit UNIMUS sukses menggelar pertemuan tahunan yang dihadiri sekitar 30 ahli kanker terkemuka dari berbagai penjuru Asia.

Dari forum prestisius itulah, teknologi cryosurgery kanker resmi diperkenalkan sebagai metode mutakhir. Kehadiran inovasi ini diyakini mampu memberikan alternatif penanganan yang lebih presisi bagi pasien.

“Ini merupakan salah satu perkembangan baru dalam pengobatan kanker yang sangat prospektif. Mudah-mudahan layanan ini dapat memberikan manfaat dan maslahat yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkap Rektor UNIMUS, Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., saat menyampaikan sambutannya di hadapan ribuan hadirin.

Menyatukan Kompetensi Akademik dan Nilai Ketakwaan

Di luar aspek medis, kampus juga memastikan setiap lulusan dibekali fondasi moral yang kokoh. Nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) ditanamkan agar para sarjana tidak kehilangan arah di tengah derasnya arus modernisasi.

“Kami menyadari bahwa setiap mahasiswa yang datang ke UNIMUS membawa harapan besar dari orang tua dan keluarganya. Karena itu, kami berkomitmen mendidik mereka dengan sebaik-baiknya,” tambah Prof. Masrukhi dengan penuh penekanan.

Kombinasi antara keilmuan klinis dan keimanan yang matang menjadi modal utama para lulusan dalam menghadapi realitas sosial. Mereka tidak sekadar mengejar angka indeks prestasi, melainkan membawa misi kemanusiaan yang nyata.

Menembus Batas Pengabdian di Ruang Publik

Sementara itu, perwakilan LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Adhrial Refaddin, S.IP., M.P.P., mengingatkan para wisudawan agar senantiasa menjaga ketenangan jiwa di tengah kompetisi global. Pencapaian materi bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan hidup seseorang.

“Audit kebahagiaan dan dampak yang kita berikan kepada orang lain. Secara akademik, lihat apakah hasil riset kita benar-benar bisa berguna bagi masyarakat,” tutur Adhrial di hadapan para wisudawan.

Pesan tersebut menutup rangkaian perayaan dengan refleksi yang mendalam tentang arti kesuksesan yang sesungguhnya. Wisuda ke-50 UNIMUS kini resmi menjadi titik tolak bagi ribuan sarjana untuk menyebar ke penjuru negeri, merawat sesama, dan menebar kemaslahatan.

Kontributor: Humas Unimus
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: