Hadapi Musim Hujan, Lazismu Prioritaskan Bantuan Rumah Layak Huni
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Ancaman cuaca ekstrem membuat Lazismu Kota Semarang bergerak cepat menyalurkan bantuan rumah layak huni bagi warga prasejahtera. Langkah antisipatif ini diambil demi melindungi keselamatan keluarga dari atap bocor saat hujan mengguyur.
Aksi kemanusiaan tersebut resmi dimulai pada Senin, 2 November 2026. Kegiatan sosial ini berpusat di kediaman Bapak Budi Isyanto yang berlokasi di Jalan Sidoluhur XIV Nomor 23, RT 008 RW 006, Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan.
Momentum ini sekaligus menandai dimulainya rangkaian bedah rumah dhuafa semarang secara terukur. Setiap sudut hunian diperbaiki agar memenuhi standar kesehatan dan keamanan struktural.
Kolaborasi Lintas Lembaga Zakat

Di samping itu, belasan lembaga amil zakat terkemuka melebur dalam satu barisan penuh makna. Nama-nama besar seperti Rumah Zakat, Dompet Dhuafa Jateng, hingga DT Peduli menanggalkan ego sektoral demi satu tujuan.
Selanjutnya, mereka bergerak seirama untuk memastikan warga kurang mampu pedurungan segera mendapatkan hunian yang layak. Solidaritas filantropi Islam daerah ini kian menunjukkan taringnya di tingkat akar rumput.
Sinergi Pemerintah dan Penggerak Filantropi
Sebagai bentuk dukungan nyata, Kepala Kelurahan Muktiharjo Kidul, Sofia Ernawati, hadir langsung menyapa warga dan relawan. Sinergi apik antara birokrasi dan lembaga kemanusiaan memastikan bantuan tepat sasaran.
Di sisi lain, Ketua Forum Zakat Daerah Semarang, Zaki, menegaskan bahwa gerakan ini menjadi rumah bersama bagi seluruh pengelola zakat. Ia menyatakan komitmen penuh pengurus dalam menjaga keberlanjutan aksi sosial tersebut.
“FOZ itu adalah rumah bersama, program ini semoga bisa terus berkelanjutan untuk rumah-rumah selanjutnya yang akan kita benah bagi dhuafa,” ujar Zaki penuh semangat.
Mitigasi Krisis Lewat Renovasi Rumah Jelang Musim Hujan
Terlebih lagi, kekhawatiran warga perlahan mencair seiring deru alat pertukangan yang mulai beraksi. Pelaksanaan renovasi rumah jelang musim hujan ini mendesak dilakukan untuk mengantisipasi cuaca ekstrem.
Oleh karena itu, Manager Lazismu Kota Semarang, Thomi Setiawan, mengungkap urgensi penetapan wilayah prioritas tersebut. Ancaman cuaca buruk mendorong para pegiat zakat bergerak cepat menyisir titik-titik rawan.
“Menjelang musim penghujan ini, kita sudah mulai, pengujian mesti sudah ada kekhawatiran-kekhawatiran atau pengajuan dari berbagai wilayah seperti itu,” jelas Thomi menguraikan tantangan lapangan.
Sebagai langkah akhir, jejaring relawan menyiapkan perencanaan matang untuk memperluas jangkauan ke kawasan lain seperti Semarang Utara. Asa baru kini membentang luas dari sudut-sudut permukiman sederhana di Kota Semarang.